Selasa, 13 Januari 2015

Cerita Motivasi Singkat

Suatu pagi, ada dua pemuda mengendarai sepeda motor di keramaian jalan lalu lintas. Dari kejauhan, kedua pemuda melihat lampu lalu lintas berwarna hijau, mereka menekan gas sepeda motor masing-masing berharap dapat melewati lampu lalu lintas sebelum berubah menjadi merah. Namun, naas yang terjadi salah satu dari mereka tidak menyadari bahwa lampu telah berwarna merah, prakk, kecelakaanpun terjadi. Pemuda tersebut ditabrak oleh mobil yang melaju dari arah berlawanan, yang melaju kencang karena lampu lalu lintas dari arah mobil tersebut telah berwarna hijau. Pemuda tersebut terjatuh dan tak sadarkan diri.
Dalam hidup ini terkadang kita terlalu mengejar impian, sehingga terkadang melupakan bahwa ada saatnya kita berhenti sejenak untuk melihat keadaan sekeliling kita. Perjuangan kita akan sia-sia ketika ternyata kita terlalu focus mengejar impian tanpa melihat situasi, kondisi dan bersabar menunggu peluang yang pas untuk kembali melanjutkan mengejar impian.
Percayalah impian akan kita raih pada waktu yang tepat,
Dikejar bukan untuk dipercepat,
Karna meraih impian tidak mengenal istilah terlambat.

Selasa, 15 Januari 2013

Sedikit tentang Fazlur Rahman

Fazlur Rahman adalah sarjana Indo-Pakistan yang banyak mendengungkan pembaruan pemikiran Islam, lahir di Pakistan 1919 dan setelah mendapat gelar Ph.D dari universitas Oxford, ia menjadi tenaga senior di institute of Islamic Research di Pakistan dibawah rezim Ayyub Khan. Kemudian ia hijrah ke Chicago ia melahirkan banyak karya, baik berupa artikel maupun buku mengenai keislaman, termasuk di dalamnya studi al-qur’an. Ide-idenya yang paling penting berkenaan dengan dengan studi al-quran adalah metode sistematis menafsirkan al-quran yang melibatkan historis dan konstektual al-quran.
Karyanya yang menyinggung studi al-quran diantaranya adalah :
- Islamic modernism ; its scope, method and alternatives dalam IJMES, I, 4, 1970
- Major themes of the quran, Chicago, Minneapolis, bibliotheca Islamica, 1980
- Idlam and modernity ; transformation of an intellectual tradition, Chicago, The University of Chicago Press, 1982

Rabu, 10 Oktober 2012

PERAN SANG PENGANTAR

Ketika kita berkendara kendaraan di jalan lihatlah orang-orang yang juga berkendara, ada yang berhenti dipersimpangan, ada yang terus jalan meski anda telah berhenti, ada kendaraan roda dua, ada roda empat, ada rodanya yang lebih dari empat. Semua berhenti pada tujuan masing-masing dan mengendarai kendaraan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Saya memaparkan ini hanya menunjukkan adanya perbedaan tujuan dalam hidup dan cara mendapatkannya.
Kita lihat lagi ada yang berkendara sendiri, ada yang membawa orang lain, ada yang menuju tujuannya sendiri, ada yang hanya membawa orang pada tujuannya. Tergantung tujuan dan profesinya.
Di dalam hidup ini juga seperti itu, ada yang hanya menuju tujuan sendiri, ada yang bersama orang lain dan ada yang hanya membawa orang pada tujuan meski itu bukan tujuannya.
Saya salut melihat orang yang membawa orang lain ke tujuan meskipun dia tidak ada tujuan kesana sangkin mulianya hatinya dia rela mengantar orang pada tujuan. Berarti meski mencapai tujuan adalah impian, tapi tidak bisa dihilangkan peran si Pengantar tadi. Bahwa dia rela menjadikan tujuannya hanya untuk mengantar orang lain kepada tujuan.
Saya ingat hadist Rosulullah SAW :“Orang-orang mukmin laksana satu tubuh, bila satu dari anggotanya sakit, maka seluruh tubuh turut mengeluh kesakitan dengan merasa demam dan tidak bisa tidur malam hari”. Saya rasa hadist ini sangatlah benar, maka si pengantar jika melihat orang lain sampai ketujuannya senang maka dia akan merasa senang juga. Maka tak salah juga saya menganggap profesi ini sangat mulia karena mengabdikan diri untuk melayani orang lain. Kesenangannya ketika orang lain senang sampai tujuan. Subhanallah

Senin, 10 September 2012

Beginner no judge, just for Pro

Syaikh abdurrahman bin nashir as-sa’di dalam bukunya “hakikat pokok-pokok dan buah iman.” “Barangsiapa yang menghukumi sesuatu perkara sebelum dia mengetahui tafsirnya dan memiliki gambaran tentangnya dengan suatu gambaran yang dapat membedakannya dari yang lainnya, niscaya dia akan melakukan sesuatu kesalahan yang fatal.”
Saya memilih kata-kata ini sebagai pembuka hanya untuk pengingat akan perlunya ilmu dan pengetahuan dalam membahas sesuatu perkara baru dan terlebih hal-hal yang berkaitan dengan agama. Dalam menentukan sesuatu perkara sangat dibutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut dan diharapkan orang-orang yang baru atau masih dalam level pemula tidak langsung menentukan suatu perkara yang ia hanya baru mengupas suatu perkara itu pada kulit dan belum mengetahui secara penuh isi dari suatu perkara tersebut. Ini juga telah disampaikan oleh baginda rolullah SAW : “serahkan suatu perkara kepada ahlinya.” Jika suatu perkara tidak dikerjakan oleh ahlinya hanya akan membuat suatu kesalahan yang fatal atau bahkan kerusakan. Nauzubillah min dzalik
Pemula dalam suatu perkara tidak bisa dikatakan ahlinya walaupun ia akan menekuni dalam bidang tersebut. Banyak hal yang perlu di pelajari, membutuhkan waktu dan pengalaman untuk bisa mencapai pada level ahli (Profesional). Fenomena ini sangat banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan kita sendiri tidak sadar telah menjudge(menghakimi) suatu perkara tanpa kita mengetahui yang mendalam terhadap perkara tersebut. Sebagai contoh orang-orang yang baru masuk suatu golongan atau organisasi islam yang gempar gempor semangat akan golongan maupun keorganisasiaannya kelewatan atau keterlaluan menggebu sehingga melampaui batas. Sampai-sampai ia sanggup mengatakan golongan atau organisasi lain salah atau sampai mengatakan yang lain murtad. Kesalahan inilah yang sering kali membuat perpecahan dikalangan umat Islam dimana perbedaan pendapat yang seharusnya bisa diterima dengan lapang dada malah di besar-besarkan oleh orang-orang yang mungkin baru yang belum mengetahui hakikat perbedaan. Rosul pernah bersabda : “perbedaan antara umatku adalah rahmat.” Mudah-mudahan tulisan singkat ini sebagai pengingat kita. amiin

Senin, 04 Juni 2012

‘AHD

‘ahd adalah janji syar’i di dalam ilmu fiqh. Dimana ‘ahd di gunakan bila kita berjanji untuk diri sendiri. ‘ahd ini akan menjadi kewajiban karena si pejanji mengikrari untuk melakukan sesuatu dalam waktu tertentu dengan menyebut nama Allah. Yang apabila di langgar akan terkena dosa dan bila ingin mengahapus dosa tersebut harus membayar kaffarah(denda). Syarat melakukan ‘ahd adalah:
1. Janji tersebut bukan melakukan hal yang haram dan meninggalkan kewajiban.
2. Sebisa mungkin menggunakan bahasa arab.
3. Janji tersebut harus jelas dan implementatif.

Jumat, 01 Juni 2012

BANTAHAN DUA TEORI BESAR MATERIALIS

Di ambil dari Novel “Dari Jendela Hauzah” pengarang Otong Sulaeman terbitan Mizania 2010 hal 102-111. Orang materialis menganggap bahwa hidup beragama adalah cara hidup manusia yang bodoh dan primitif. Ada dua teori besar yang mereka keluarkan:
1. Teori Ketakutan Teori berasal dari sigmund freud , yang beranggapan bahwa manusia sepanjang sejarah menyaksikan berbagai hal yang menakutkan dari fenomena alam seperti banjir, gunung meletus, gempa, dan lain-lain. Untuk semua hal yang menakutkan itu, kemudian menciptakan satu faktor bersama yang kemudian dinamai Tuhan. Manusia percaya kepada tuhan dan agama karena mereka ingin selamat dan terjaga dari ancaman hal-hal yang menakutkan tersebut. Bagi manusia-manusia di zaman primitif, semua hal menakutkan itu sulit mereka hadapi karena di balik semua itu ada suatu kekuatan yang mengaturnya. Agar bisa terhindar dari bahaya alam, manusia lalu mencari perlindungan kepada sumber ketakutan itu yang kemudian mereka panggil dengan sebutan Tuhan. Jadi, menurut Freud Tuhan adalah makhluk yang diciptakan manusia, bukannya sang pencipta. Konsekuensi dari teori ketakutan ini adalah keharusan manusia modern untuk tidak lagi percaya terhadap tuhan dan agama. Hingga kini, fenomena-fenomena alam memang masih menjadi ancaman bagi manusia. Akan tetapi, manusia modern telah menemukan cara yang logis guna menghindarkan diri, atau setidaknya meminimalisasi dampak, dari ancaman-ancaman yang menakutkan itu. Banjir bisa ditanggulangi dengan membangun kanal, gunung yang meletus bisa dideteksi sehingga bisa dilakukan proses evakuasi, dan seterusnya. Ketika akal manusia sudah mampu melakukan hal-hal seperti itu, tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk menciptakan pelindung bernama Tuhan.
2. Teori Ketidaktahuan Teori ini di ajukan oleh Will Durant dan Bertrand Russel. Teori ini berkaitan dengan persepsi manusia di zaman dahulu tentang berbagai fenomena alam yang dianggap aneh, seperti gerhana, angin, hujan, dan lain-lain. Hal ini terasa aneh oleh manusia di zaman dulu. Mereka terheran-heran menyaksikan gerhana matahari karena kegelapan tiba-tiba meliputi bumi siang bolong selama beberapa menit. Manusia zaman dulu juga bingung dengan gejala angin. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang berembus dan bergerak menerpa kulit, sesuatu yang tidak kelihatan. Hujan juga fenomena yang menakjubkan. Mereka bertanya-tanya, bagaimana langit atau awan sampai bisa menurunkan air. Menurut teori ini, ketika manusia zaman dulu tidak mampu menemukan sebab empiris dari sejumlah besar fenomena alam yang menakjubkan itu, mereka lalu menyebutkan Tuhan sebagai penyebabnya. Seperti teori ketakutan, keori ketidaktahuan ini juga menyatakan bahwa Tuhan dan agama adalah ciptaan manusia di zaman dulu, yaitu saat pengetahuan masih sangat terbatas. Kini, ketika manusia sudah mampu menyingkap berbagai rahasia alam, agama sudah tidak layak lagi dipakai. Tuhan sudah mati karena peranannya sudah digantikan oleh akal dan sains.
Namun dua teori yang kelihatan kuat ini sangat kuat ternyata rapuh. Kini kita lihat kerapuhannya:
1. Kedua teori ini, yaitu teori ketakutan dan teori ketidaktahuan, ternyata hanya sebatas asumsi atau paling tinggi hanyalah hipotesis yang tidak pernah dibuktikan. Mereka yang mengemukakan teori ini belum pernah melakukan penelitian ilmiah. Dalam filsafat ilmu yang berkembang di barat sendiri diakui bahwa teori hanya menjadi ilmiah dan valid jika melewati proses-proses tertentu. Awalnya adalah hipotesis. Ini adalah dugaan yang tidak punya nilai ilmiah apapun.Setelah itu, seorang ilmuwan melakukan riset dengan cara-cara ilmiah yang ketat guna membuktikan itu menjadi tesis yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Nah, sepanjang yang kami tahu, teori ketakutan dan ketidaktahuan itu hanya berhenti pada tahapan hipotesis. Belum ada penelitian yang dilakukan guna mengangkat hipotesis ini kederajat yang lebih tinggi yaitu tesis.
2. Teori-teori diatas juga lemah secara ilmiah, karena yang di bahas adalah motivasi, bukan validitasnya. Seandainya pun teori tadi benar, hal itu tidak bisa menjadi landasan ilmiah untuk menyatakan bahwa tuhan itu ada atau tidak. Katakanlah bahwa apa yang dikemukakan para pengusung teori ini memang faktual, yaitu bahwa kepercayaan manusia terhadap Tuhan disebabkan ketakutan atau ketidaktahuan mereka terhadap sejumlah fenomena alam. Ini adalah motivasi keimanan manusia kepada Tuhan dan agama adalah dua hal tadi, yaitu ketakutan dan ketidaktahuan. Tapi, apakah bisa menjadi landasan ilmiah untuk menyatakan bahwa Tuhan itu tidak ada dan semua agama itu sebenarnya palsu belaka? Apakah kesalahan motivasi bisa menggugurkan substansi? Tenju saja tidak. Kepercayaan kepada Tuhan yang didasarkan kepada rasa takut atau ketidaktahuan manusia terhadap rahasia di balik sejumlah fenomena alam paling-paling kita sebut sebagai kesalahan motivasi, dan kesalahan motivasi tidak bisa menggugurkan substansi permasalahan.
3. Teori-teori ini mengatakan bahwa ketakutan dan ketidaktahuan adalah penyebab keimanan seseorang terhadap Tuhan dan agama. Mari kita lihat sejarah, mereka yang mengaku pembawa agama Tuhan seperti nabi adalah orang-orang yang tidak takut dan tidak bodoh. Mereka adalah orang-orang yang paling berani dan sangat cerdas.

Selasa, 29 Mei 2012

Mengapa manusia berbeda pendapat tentang kebahagian?

Dalam buku “segarnya mata air iman” karangan Dr. Mukmin Fathi Al-haddad hal 42-48 disebutkan bahwa dalam surat Hud ayat 118 yang artinya : jikalau Rabbmu menghendaki, tentu dia akan menjadikan umat yang satu, mereka senantiasa berselisih pendapat. Ibnu Qayyim menyebutkan dan menghitung kelompok-kelompok jiwa manusia yang serupa pada beberapa golongan kelompok hewan dan burung.
Maka beliau berkata : “sebagian dari mereka ada yang berjiwa anjing, yang menemukan bangkai yang bisa mengenyangkan seribu ekor anjing, pasti ia akan mengambilnya dan menjaganya dari seluruh anjing-anjing lain, serta menggonggonginya setiap ada anjing yang mendekatinya.
Sebagian dari mereka ada pula yang berjiwa keledai, yang tidak diciptakan kecuali untuk bekerja keras dan makan, setiap kali bertambah makannya, bertambah pula kerja kerasnya dan ia menjadi hewan yang paling bisu dan paling buta. Sebagian dari mereka ada yang berjiwa binatang buas semangatnya sangat tinggi untuk bermusuhan dengan orang lain dan keinginan untuk menguasai mereka dengan segenap usaha dan kemampuannya. Ada juga yang berjiwa tikus. Mereka memiliki tabiat merusak segala yang ada di sekelilingnya. Seolah perbuatannya itu bertasbih, mahasuci Allah yang telah menciptakan tikus untuk merusak.
Sebagian dari hal-hal yang menyebabkan perbedaan pendapat manusia dalam menilai dan menentukan kebahagiaan adalah perbedaan kondisi kehidupan mereka sperti kaya, miskin, sehat, sakit, ketentraman dan malapetaka. Maka, orang yang miskin memandang bahwa kebahagiaan yang besar itu terdapat dalam kekayaan dan kemudahan hidup. Orang yang sakit memandang bahwa kebahagiaan itu ada pada kesehatan dan keselamatan. Orang yang hina melihat bahwa kebahagiaan ada pada kekuasaan. Orang yang tidak bermoral memandang bahwa kebahagiaan itu ada pada penguasaan terhadap hawa nafsu. Orang yang baik memandang bahwa kebahagiaan itu ada pada kegiatan menyebarkan kebaikan pada orang-orang yang berhak mendapatkannya. Orang primitif yang tumbuh di padang pasir dengan langit yang bersih, udara yang segar dan memiliki berbagai macam kebebasan yang sesuai dengan apa yang diinginkannya, ia yakin bahwa kebahagiaan ada pada kemuliaan jiwa dan keluhurannya.
Ia berusaha mati-matian untuk mencapai hal tersebut walaupun harus dihadapkan dengan kehidupan yang berat atau susah. Ia sangat menolak kehinaan walaupun disertai dengan kehidupan yang nyaman dan harta yang banyak. Hal tersebut telah diungkapkan dengan sangat jelas oleh seorang maisun istri muawiyah yang membenci kehidupan yang berperadaban paling tinggi. Ia lebih memilih kehidupan di dalam tenda bulu, karena ia merasakannya adanya kehinaan dan kerendahan pada gaya hidup yang pertama dan lebih merasakan hidup dalam gaya hidup yang kedua, karena disana banyak terdapat kemuliaan, dan keluhuran.
Yahya bin khalid ditanya, apakah kebahagian itu? Maka ia berkata “jasad yang sehat, hafalan yang kuad, kecerdasan akal dan bersabar dalam menjalani tahap untuk mendapatkannya apa yang dicari. Mungkin inilah jawaban yang kita cari selama ini dalam mencari kebahagiaan yang sejati di dunia. wassalam

KEBAHAGIAN YANG GAGAL

Dari awal mula penciptaan manusia, manusia sudah mencari sesuatu yang di sebut dengan kebahagian. Kebahagian menurut kamus besar bahasa indonesia adalah kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yg bersifat lahir batin. kebahagian menjadi tujuan utama manusia yang apabila tidak terpenuhi maka akan terjadi depresi, frustasi dan yang paling berbahaya adalah bunuh diri.
Banyak orang yang mengartikan kebahagian adalah harta yang berlimpah, pangkat yang tinggi, dan hal-hal lain yang jauh dari kerugian. Ini pengertian yang benar tapi terlalu sempit. Banyak dari orang-orang dahulu yang memiliki harta dan pangkat yang tinggi yang banyak namun tidak menemukan kebahagian yang dicarinya. Seperti fir’aun, ia menganggap dengan apa yang dimilikinya seperti harta dan kekuasaan dapat memberikan kebahagian kepadanya. Tapi apa? Fir’aun malah menjadi raja yang di laknat oleh Allah. Hari-harinya hanya dihantui oleh rasa takut. Takut akan ramalan tentang dirinya yang akan dijatuhkan oleh anaknya Musa.
Itu hanya salah satu contoh yang konkrit yang kita ketahui dan banyak tertulis di buku-buku sejarah. Harta dan pangkat tinggi hanya akan membuat seseorang terlena kepadanya dan melupakan hal yang lebih penting daripada itu. Harta dan pangkat tinggi merupakan sarana untuk mencapai kebahagian. Inilah yang betul, bukan harta dan pangkat tinggi sama dengan kebahagian. Kebahagian yang hakiki terdapat pada manusia itu sendiri. Kebahagian tidak perlu dicari jauh-jauh, karena ia ada pada manusia itu sendiri. Dan kebahagian yang hakiki yang akan didapatkan manusia hanyalah di surga. Petualangan mencari kebahagian tidakkan berhenti hingga manusia itu tiada. Fir’aun adalah contoh pada peradaban kuno, dan sekarang masih terjadi juga pada peradaban barat.
Peradaban barat mengupayakan kebahagian dengan berbagai cara. Kebahagian yang dikemas dalam bentuk kesenangan dan kebebasan di cita-citakan tanpa melihat resiko besar yang ada di belakangnya. Di mulai dari pemisahan antara agama dan kehidupan nyata (sekularisme). Peradaban barat ini menghasilkan generasi-generasi yang memiliki kebebasan yang penuh tanpa ada agama di dalam diri sebagai pengontrolnya. Maka tak salahlah jika terjadi krisis moral yang dahsyat disana.
Pernyataan terakhir dari lembaga kesehatan dunia menjelaskan bahwa, persentasi orang-orang yang memiliki penyakit jiwa mencapai 5% dari seluruh jumlah penduduk dunia. Persentasi ini meningkat hingga 15% di Inggris. Adapun di Amerika mencapai 20%. Kebebasan seks, minuman keras, narkoba, dan alat penenang lain yang diciptakan peradaban ini tidak menghasilkan apa-apa dari kebahagian yang mereka cari. Malah kerugian besar yang di dapatkan pada peradaban ini. Peradaban barat ini menghasilkan 35 juta orang terkena depresi, stres, kemurungan, dan 120 orang bunuh diri setiap harinya. Jika kebahagian itu tercapai mana mungkin sebanyak itu manusia yang depresi dan bunuh diri. Maka upaya untuk mencapai kebahagian yang di cita-citakan peradaban barat ini hanya omong kosong belaka.

PENILAIAN DIRI

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ungkapan, “diatas langit masih ada langit”. Tanpa kita sadari bahwa ungkapan ini mengandung makna ambigu. Diatas langit masih ada langit, maksudnya bahwa kita manusia tidak boleh merasa menjadi yang terbaik di dunia ini, sebaik apapun kita pasti ada yang lebih baik lagi daripada kita.
Tapi di lain makna, bahwa memang di atas langit memang terdapat beberapa langit lagi. Kata diatas langit masih ada langit ini saya sandarkan kepada penilaian diri manusia. Dimana dalam diri manusia terdapat rasa sombong, yaitu merasa lebih baik daripada orang lain. Tanpa kita pungkiri bahwa terkadang kita sebagai manusia haus akan pujian dan rasa sombong. Rasa sombong akan status sosial dan rasa akan lebih baik daripada orang lain.
Memang dalam kehidupan ini manusia selalu berkompetisi. Kompetisi dalam hal duniawi maupun akhirat. Dan ini sangat di anjurkan, baik dilihat dari segi IPTEK maupun agama. Dalam segi IPTEK kompetisi diharapkan dapat menemukan hal baru, seperti penemuan baru yang dapat mempermudah pekerjaan manusia di dunia. Dalam segi agama terutama ajaran Islam disebutkan bahwa umat islam harus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Qs, Al-Baqarah ayat 148 Artinya : Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kata kompetisi membuat orang selalu berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik. Keinginan menjadi yang terbaik memang mendapat nilai plus dimata manusia. Tidak hanya manusia, Rabbunallah pun menjanjikan yang terbaik untuk hamba-hamba yang terbaik. Keinginan ingin menjadi yang terbaik memang perlu, tapi kita sebagai manusia tidak berhak menilai diri sendiri, dan menganggap diri sendiri adalah yang terbaik. Karena kita sudah bahas diatas bahwa diatas langit masih ada langit.
Dan di agama islam kita tidak diperbolehkan untuk merasa lebih baik daripada orang lain, meskipun orang tersebut banyak melakukan maksiat atau sebagainya. Karena dalam hidup ini manusia itu cendrung selalu berubah, dari baik ke buruk atau sebaliknya. Makanya Rosul menganjurkan kita untuk berdoa “ Ya Muqhallibal Qulub Sabbit Qulubana alaa dinika wa alaa thaatika” Apalagi merasa diri sendiri adalah yang terbaik. QS. Al-A'raaf [7] : ayat 12 Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Di ayat ini dapat kita tarik hikmah, bahwa iblis memiliki sifat sombong, yaitu merasa lebih baik daripada manusia. Jadi jika kita merasa lebih baik daripada orang lain tentu ini sangat dilarang, karena ini merupakan sifatnya iblis. Nauzubilllah min dzalik
Lalu apakah merasa lebih rendah daripada orang lain dianjurkan? Ini satu pertanyaan bagi kita-kita yang selalu merasa rendah daripada orang lain. Merasa lebih rendah daripada orang lain berarti kita tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Karena kita malu akan diri kita yang telah Allah tetapkan. Rasa lebih rendah dari pada orang lain ini biasa di sebut minder. Minder hanya menyakiti diri sendiri, lebih baik kita mensyukuri yang Allah berikan, sehingga kita bisa berbuat sesuatu tanpa beban. Jadi pembaca penilaian diri yang baik menurut penulis adalah berusaha sekuat tenaga untuk berbuat lebih baik daripada orang lain, tanpa merasa lebih baik daripada orang lain. wassalam

SILOGISME

Berasal dari bahasa yunani syllogismos (penggabungan, penalaran), dari syn (dengan, bersama) dan logizhestai (menggabungkan, menyimpulkan dengan penalaran). Beberapa pengertian : 1. Cara berargumen deduktif absah manapun yang mempunyai dua premis dan satu kesimpulan. Premis-premis demikian terkait dengan kesimpulan yang terkadung dalam premis-premis; konklusi harus menyusul. 2. Suatu bentuk penalaran yang memungkinkan dengan adanya dua kalimat atau proposisi-proposisi ketiga disimpulkan secara niscaya darinya. Pokok penting dalam silogisme : 1. SILOGISME KATEGORIS Silogisme kategoris adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan proposisi kategoris. Demi lahirnya konklusi maka pangkal umum tempat kita berpijak harus merupakan proposisi universal. Sedangkan pangkalan khusus tidak berarti bahwa proposisinya harus partikular atau singular, tetapi juga bisa proposisi universal. Contoh: (Premis Mayor) -Semua Mahasiswa MD pintar M P (Premis Minor) -Ismail adalah Mahasiswa MD S M (Konklusi) -Ismail Pintar S P Keterangan: M = middle term P = prediket S = subjek Dari contoh diatas dapat kita simpulkan bahwa silogisme terdiri dari tiga pernyataan. Dua pernyataan pertama yang disebut premis dan satu kesimpulan yang disebut konklusi. Simbol/kode yang dibawah kalimat sebagai pembantu dalam menemukan kesimpulan. Langkah pertama tandailah lebih dahulu term-term yang sama pada kedua premis, dengan memberi garis bawah kemudian kita tuliskan huruf M. Term lain pada premis mayor pastilah P dan pada premis minor tentu S. Kemudian tulislah konklusinya dengan menulis secara lengkap term S dan P nya. Untuk menentukan mana premis mayor tidaklah sukar karena ia boleh dikatakan selalu disebut pada awal bangunan silogisme. Term penengah (middle term) tidak boleh kita sebut atau kita tulis dalam konklusi. Begitulah dasar dalam memperoleh konklusi. Namun demikian kita perlu memperhatikan patokan-patokan lain agar didapat kesimpulan yang absah dan benar. Hukum-hukum silogisme kategoris : 1. Apabila dalam suatu premis partikular, kesimpulan harus partikular juga. 2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga. 3. Dari sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. 4. Dari dua premis yang sama-sama negatif, tidak menghasilkan kesimpulan apapun, karena tidak ada mata rantai yang menghubungkan kedua proposisi premisnya. 5. Paling tidak salah satu dari perm penengah harus tertebar(mencakup). Dari dua premis yang term penengahnya tidak tertebar akan menghasilkan kesimpulan yang salah. 6. Term-prediket dalam kesimpulan harus konsisten dengan term prediket yang ada pada premisnya. Bila tidak menjadi salah. 7. Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda menjadi lain. 8. Silogisme harus terdiri dari tiga term, yaitu term subyek, term prediket dam term middle. 2. SILOGISME HIPOTETIK Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecedent atau term konsekuen premis mayornya. Contoh: - Jika Ismail nangis, Solikin senang - Ismail nangis - Jadi Solikin senang Ada 4 macam silogisme hipotetik : 1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui antecedent. 2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui antecedent. 3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent. 4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya. Hukum-hukum silogisme hipotetik: 1. Bila A terlaksana maka B juga terlaksana. 2. Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana.(tidak sah=salah). 3. Bila B terlaksana, maka A terlaksana.(tidak sah=salah). 4. Bila B tidak terlaksana, maka A tidak terlaksana. 3. SILOGISME DISYUNGTIF Silogisme disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya keputusan kategorika yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Silogisme disyungtif ada dua macam, yaitu silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. a. Silogisme Disyungtif Arti Sempit Silogisme disyungtif yang mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. Contoh : - Ismail lulus atau tidak lulus - Ismail lulus - Jadi Ismail bukan tidak lulus b. Silogisme Disyungtif Arti Luas Silogisme disyungtif yang mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh : - Ismail di Kampus atau di Kos - Ternyata tidak di Kampus - Jadi di Kos Hukum-hukum silogisme Disyungtif: a. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid. b. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran konklusinya sebagai berikut: 1. Bila premis minor mengakui salah satu alternatif, maka konklusinya sah (benar). 2. Bila premis minor mengingkari salah satu alternatif, konklusinya tidak sah(salah). 4. DILEMA Dilema adalah argumentasi, bentuknya merupakan campuran antara silogisme hipotetik dan silogisme disyungtif. Hal ini terjadi karena premis mayornya terdiri dari dua proposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disyungtif. Konklusinya, berupa proposisi disyungtif, tetapi bisa proposisi kategorika. Dalam dilema, terkandung konsekuensi yang kedua kemungkinannya sama berat. Adapun konklusi yang diambil selalu tidak menyenangkan. Dalam debat, dilema dipergunakan sebagai alat pemojok, sehingga alternatif apapun yang dipilih, lawan bicara selalu dalam situasi tidak menyenangkan. Contoh: Jika Ismail jujur Solikin akan membencinya. Jika Ismail tidak jujur Rahmat akan membencinya. Sedangkan Ismail harus bersikap jujur atau tidak jujur. Berbuat jujur ataupun tidak jujur Ismail akan tetap dibenci. Cara mengatasi dilema : 1. Dengan meneliti kausalitas premis mayor. 2. Dengan meneliti alternatif yang dikemukakan. 3. Dengan kontra dilema. 4. Dengan memilih alternatif yang paling ringan.

Kamis, 22 Maret 2012

kaitan dakwah dan ilmu lain

1. STRATEGI DAKWAH
Strategi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan management untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencpai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana tekhnik (cara) operasionalnya.
Dengan demikian strategi dakwah merupakan perpaduan dari perencanaan (planning) dan management dakwah untuk mencapai suatu tujuan.
1.Darel-mushreq
Menurut beliyau da'I adalah orang yang bertugas mengajak manusia kepada agama islam atau mazhabnya pendapat ini ini sejalan dengan al-bayanuni, yaitu penyampai islam mengajarnya dan membawanya seorang untuk mengikutinya.


2. Filsafat dakwah
Akar kata filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu philosofhia. Philo, artinya cinta, shopia berate bijaksana atau kebenaran, sehingga phioshopia mengandung arti cinta kebenaran. Orang yang mencintai kebenaran ia akan berupaya memperoleh dan memilikinya.
Dakwah dalam kontek ini adalah dalam artian luas, bukan dalam artian sempit. Dalam arti luas meliputi semua potensi yang ada pada manusia dan terkait dengan kehidupan kesehariannya sepanjang zaman, sedang dakwah dalam artian sempit adalah pembicaraan seputar ibadah mahdhoh (rutinitas) dengan sitem penyampayan yang sederhana. kalau di gabung kata filsafat dengan kata dakwah, maka menjadi kata majamuk "filsafat dakwah" biasa disebut hikmah dakwah, kebenaran dakwah .
Menurut ahli
1.Darel-mushreq
Menurut beliyau da'I adalah orang yang bertugas mengajak manusia kepada agama islam atau mazhabnya pendapat ini ini sejalan dengan al-bayanuni, yaitu penyampai islam mengajarnya dan membawanya seorang untuk mengikutinya.
2.Drs.K.H.A.Syamsuri
Dalam bukunya beliyau menjelaskan bahwa da'i ialah suatu badan yang berusaha untuk melakukan kegiatan yang disengaja dan berencana, bertujuan untuk mengajak, meningkatkan dan mengemban kesadaran orang perorang dan masayarakat supaya tertarik kepada ajaran islam dan bersedia melaksanakannya
3.A.Hasyimi
Menurut A.Hasyimi, dalam bukunya dustur dakwah menurut Al-Qur'an, bahwa imam Al-Ghazali mengemukakan pendapatnya bahwa da'i itu adalah para penasehat, para pemimpin dan para pemberi ingat, yang memberikan nasehat dengan baik, yang mengarang dan berkhutbah, yang memusatkan jiwa raganya dalam wa'ad dan wa'id (berita pahala dan siksa) dan dalam memberikan kampong akhirat untuk melepaskan orang-orang yang karam dalam gelombang dunia



3. Ilmu dakwah
Pengertian ilmu dakwah sangat beragam dan berbeda diantara para penulis dan peniliti, sesuai dengan perbedaan mereka dalam mengartikan kata dakwah dan perbedaan mereka dalam memandang aktivitas dakwah itu sendiri.
Oleh syeh M.al khadr Husain dalam bukunya ad-dakwah ila al-ishlah beliau memberikan pengertian bahwa dakwah adalah : menganjurkan manusia pada kebaikan dan petunjuk, menyuruh beruat kebaikan dan mencegah melakukan kemungkaran, agar mereka meraih kebahagiaan dunia akhirat.
Menurut ustad M.al ghazali dalam bukunya, ma’a allah. Mengatakan bahwa dakwah adalah: “ program lengkap yang dalam bingkainya mengumpulkan semua pengetahuan yang di butuhkan manusia guna mengetahui tujuan hidup mereka serta membukakan rambu-rambu jalan yang menyatukannya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk.
Syeh ali mahfudz dalam bukunya, hidayat al-mursyidin. Begitu pula Dr. ahmad ghalusy dalam bukunya, ad-dakwah al-islamiyah, mengatakan bahwa ilmu dakwah adalah : “ ilmu yang dengannya diketahui seluruh usaha yang temporer dan beragam untuk penyampaian islam kepada manusia yang meliputi segi aqidah, syariah, dan akhlak.


4. Psikologi dakwah
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, psikologi merupan salah satu pengetahuan yang tergolong dalam ‘’empirikal science’’ , yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman manusia, walaupun pada awal perkembangannya bersumber pada filsafat yang bersifat spekulatif.
Psikologi menurut bahasa berasal dari kata Yunani yang terdiri dari dua kata , psyiche dan logos. Psiche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi psikologi menurut secara bahasa dapat berarti’ ilmui jiwa’.
Sedangkan dakwah secara bahasa mempunyai bermacam-macam ;
1. ANNIDA’ : memangggil dan menyeru , seperti dalam firman Allah dalam surat Yunus Ayat 25:



‘’Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang di kehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (islam)’’.
2. salah,yang positif ataupun yang negatif.
3. Suatu usaha berupa perkataan ataupun perbuatan untuk menarik seseorang kepada suatu aliran ataupun agama tertentu.
4. Doa (permohonan), seperti dalam firman Allah:


‘’...Aku mengabulkan permohonan orang jika iya meminta kepada-Ku..’’
5. Meminta dan mengajak seperti ungkapan, da’a bi as-syai’ yang artinya meminta dihidangkan atau di datangkan makanan atau minuman.
Secara terminologi para ulama berbeda pendapat dalam menentukan dan mendefenisikan dakwah, hal ini disebabkan oleh perbedaan mereka dalam memaknai dan memandang kalimat dakwah itu sendiri antara lain:
1. Muhammad Abu al-Futuh dalam kitabnyaal-madkhal ila ‘Iim ad-Da’wat mengatakan , bahwa dakwah adalah menyampaikan (at-tabligh) dan menerangkan (al-bayan) apa yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagian lagi menganggap dakwah sebagai ilmu dan pembelajaran
(ta’lim).
2. Muhammad al-Khaydar Husayn dalam kitabnya ad-Da’wat ila al-Ishlah mengatakan, dakwah adalah mengajak kepada kebaikan dan petunjuk, serta menyuruh kepada kebajikan (ma’ruf) dan melarang kepada kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
3. Ahmad Ghalwasy dalam kitabnya ad-Dawat al-islamiyyat mendefenisikan dakwah sebagai pengatuhan yang dapat memberikan segenap usaha yang bermacam-macam, yang mengacu kepadaupaya penyampaian ajaran Islam kepada seluruh manusia yang mencakup aqidah, syariat, dan akhlak.
Pengertian Psikologi Dakwah adalah:
Berdasarkan defenisi di atas sesungguhnya esensi dakwah terletak pada usaha pencegahan (preventif) dari penyakit-penyakit masyarakat yang bersifat psikis dengan cara mengajak, memotivasi, merangsang serta membimbing individu atau kelompok agar sehat dan sejahtra jiwa dan raganya, sehingga mereka dapat menerimaajaran agama dengan penuh kesadaran dan dapat menjalankan ajaran agama sesuai dengan tuntutan syariat Islam.
Jadi psikologi dakwah dapat didefenisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gejala hidup kejiwaan manusia yang terlibat dalam proses kegiatan dakwah.


5.Pengertian manajemen dakwah
Secara etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa ingris, managment, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan pengelolaan. Artinya, manajemen sebagai suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelopmok dalam upaya-upaya kordinasi untuk mencapai suatu tujuan.
Pengertian dakwah
Pengertian dakwah secara etimologis, dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a, yad’u da’wan, du’a, yang diartikan sebagai mengajak /menyeru, memanggil,seruan,permohonan,dan permintaan. Istilah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amr ma’ruf dan nahi munkar, mau’idzhoh hasanah, tabsyir, indsyar,washiyah, tarbiyah, ta’lim dan khotbah.
Jadi pengertian manajemen dakwah adalah, jiaka aktivitas dakwah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen, maka ‘’citra propesional’’ dalam dakwah akan terwujud pada kehidupan masyarakat. Dengan demikian dakwah tidak dipandang dalam objek ubudiyah saja, akan tetapi diinterpretasikan dalam berbagai profesi. Inilah yang dijadikan inti dari pengaturan manajerial organisasi dakwah.
Sedangkan menurut A.Ryosad Saleh mengartikan manajemen dakwah sebagai proses prencanaan tugas, mengelompokkan tugas, menghimpun dan menetapkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok-kelompok tugas dan kemudian menggerakkan ke arah pencapaian tujuan dakwah.

Daftar pustaka :
M. munir, manajemen dakwah (Jakarta :kencana , 2009)
Faizah , psikologi dakwah (Jakarta :kencana , 2009)
Abu Muhammad al-fatah, ilmu dakwah (AKAPRES, Jakarta timur : 2010)
Salmadanis, 2004, da'I dan kepemimpinan, Jakarta: The minangkabau fondition

Kamis, 02 Februari 2012

Mari Mengoptimalkan Ikhtiar

Ketika harga diri telah dijadikan salah satu kata kunci utama hidup sebagai Muslim di tengah-tengah pergaulan manusia yang nikmat dalam kelalaian karena diperkuda hawa nafsu ini, maka mudah-mudahan saja Allah mentakdirkan kita menjadi bukti kemuliaan Islam. Siapapun yang dianugerahi karunia ini, niscaya tidak akan lagi mencemaskan kehidupan dunia. Betapa tidak! pertolongan-Nya yang sangat mengesankan akan senantiasa tercurah kepada kita, diminta ataupun tidak, insya Allah.Misalnya, kita ingin membangun mesjid atau lembaga dakwah. Sekiranya kita tidak yakin bahwa Allah Azza Wa Jalla akan siap menolong siapapun yang ingin mendirikan rumah-Nya dan menolong menegakan agama-Nya, niscaya akan dengan mudah, bahkan mungkin penuh kesadaran untuk menukar harga diri kita dengan kepingan-kepingan uang logam yang mungkin nilainya lebih kecil daripada yang diberikan kepada pengemis atau penjaga WC umum.
Kita akan rela mencampakan rasa malu kita dan rela tubuh ini terpanggang terik sinar matahari untuk berjalan berkilo-kilo meter dari pintu ke pintu, berdiri di pinggir jalan raya sambil mengacung-acungkan kotak kencleng, atau mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil di perempatan jalan. Padahal, bukankah "Al-Yad al-'ulya khairun min yad ash-shufla (Tangan di atas itu, jauh lebih baik dari pada tangan yang menengadah di bawah)?".

Mengapa bisa terjadi demikian? Sesungguhnya, keadaan semacam itu sangat dimaklumi. Umat Islam saat ini memang baru terjaga dari tidurnya yang lelap. Dan ketika terjaga, ternyata orang lain sudah banyak berbuat, sudah melangkah begitu jauh dan sudah berbekal sejumlah potensi untuk bersaing. Akibatnya, bisa kita lihat ke dalam diri kita sendiri. Secara syariat lahiriyah, kita memang masih memiliki banyak kelemahan, baik dalam hal potensi sumber daya manusia, dana, kesempatan, maupun strategi untuk bersaing.

Mengingat hal itu, apakah lantas kita hanya akan mengandalkan kemampuan diri yang nota bene pas-pasan, apa yang bisa kita dapat? Oleh sebab itu, kalau ada yang harus dikuatirkan dalam berjuang membangun mesjid, lembaga dakwah, atau kegiatan apapun demi syiar Islam, hanya satu hal saja, yakni kita tidak lagi ditolong Allah, sekaligus juga membuat kita tergelincir kehilangan harga diri.

Kalaupun kita memilih berjuang sekuat-kuatnya untuk menjaga kemuliaan diri, tak ingin meminta-minta sumbangan, sementara jalan wirausahapun belum membuahkan hasil yang berarti, lalu siapa yang harus kita andalkan? Hendaknya cita-cita kita dalam hidup ini haruslah menjadi orang yang selalu rindu akan pertolongan Allah. Biarlah Dia yang mengatur segalanya bagi kita. Biarlah kita menjadi bagian dari rencana dan strategi-Nya. Karena dengan begitu kita akan menjadi orang yang bisa meraih sukses dalam bidang apapun yang dapat mendatangkan kemaslahatan, sekaligus derajat kemuliaan kitapun tetap terpelihara dan bahkan terentaskan.

Mau berdakwah, melanjutkan sekolah, menempuh ujian, mencari pekerjaan, berwirausaha, atau melakukan apapun, kalau hanya mengandalkan otak dan kemampuan belaka, sungguh amat terbatas. Kita tidak bisa melacak apa yang akan terjadi besok atau lusa. Kita tidak tahu persaingan seberat apa yang akan dihadapi. Kita tidak tahu penipu mana yang akan mengganjal dan menghadang kita. Akan tetapi, kalau Allah berkehendak menolong kita, maka Dia Mahatahu segala-galanya. Sekali-kali tidak akan terhalang karunia dan pertolongan-Nya walaupun bergabung seluruh jin dan manusia untuk menghalanginya.

Jadi, yang harus kita lakukan sekarang juga adalah mencari pertolongan Allah, dengan cara berjuang sekuat-kuatnya agar kita menjadi orang yang layak ditolong oleh-Nya. Akan tetapi, bukankah untuk sampai ke arah itu amat berat? Nah, di sinilah justru letak kesalahannya, menganggap berat perjuangan yang justru belum kita mulai. Padahal Allah sama sekali tidak mempersulit kita. Kita saja yang suka menghalangi datangnya pertolongan Allah itu.
Karenanya, agar kita menjadi orang yang tidak menghalangi pertolongan-Nya, rahasianya adalah memulai dengan membersihkan dan meluruskan niat. Untuk apa kita melakukan suatu usaha? Untuk kepentingan sendiri, bolehkah? Untuk ma'isyah rumah tangga, bolehkah? Kedua-duanya boleh saja. Hanya saja, kalau demi motivasi semacam itu, siapapun dapat melakukannya, bahkan termasuk orang yang tidak beriman sekalipun. Padahal kita harus mendapatkan nilai lebih dari sekedar untuk mencukupi diri atau keluarga.

Ketika ingin berwirausaha, niatkanlah karena ingin memiliki harga diri, agar tidak menjadi beban orang lain. Yang kedua, mudah-mudahan usaha kita menjadi dakwah. Yang ketiga, mudah-mudahan banyak teman kita yang bergabung, sehingga mereka mendapatkan rezeki yang jelas kehalalannya. Dan yang keempat, mudah-mudahan jerih payah kita menbuahkan rezeki yang berlimpah ruah, sehingga bisa menolong orang yang memang membutuhkan pertolongan. Hendaknya, seperti inilah niat kita. Tidak lagi hanya untuk kepentingan diri dan keluarga, tetapi menjadi melebar untuk kepentingan umat. Inilah awal yang baik.

Kalau niat dan motivasi kita hanya sekedar untuk memperkaya diri, jangan-jangan malah kita tidak pernah menjadi kaya. Lain lagi kalau diniatkan untuk memperkaya umat dan menolong agama Allah, maka Allah lah yang akan menjamin kekayaan kita. Bukankah Dia telah tegas-tegas berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS. Muhammad [47]:7). Haruslah segala apa yang kita cita-citakan bersifat menolong agama Allah, barulah akan datang pertolongan-Nya.

Lalu, siasat seperti apa yang dapat kita lakukan agar menjadi bagian dari orang yang layak ditolong oleh-Nya? Langkah awal yang harus kita lakukan adalah berusaha terus menerus untuk meningkatkan pengenalan kita kepada Allah dalam segala aspek kehidupan untuk mendekatkan diri kepada-Nya semata. Ujung dari semua itu adalah terbangunnya ketaqwaan dan ketawakalan. Tidak takut kecuali hanya pada-Nya, karena Dialah satu-satunya tempat bergantung segala makhluk. Manusia hanya diwajibkan berikhtiar, sedang tercapai atau tidaknya ikhtiar tersebut, semuanya bergantung pada izin Allah, laa haula walaa quwwata illa billah.

Sekiranya kita sudah memiliki kesanggupan seperti itu, maka apa lagi yang harus dicemaskan di dunia ini? Jaminan dan janji Allah itu pasti. Mustahil Dia mengingkarinya. "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tiada terduga. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah. niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu" (QS. Ath-Thalaq [65]:2-3)
Selamat berbahagia bagi siapapun yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pejuang agama-Nya. Dan selamat merugi bagi siapapun yang dijauhkan dari jalan menuju jaminan pertolongan-Nya.

Kamis, 19 Januari 2012

Ciri kedewasaan

Alhamdulillaahirabbil \'aalamiin, Allahuma shalli \'ala Muhammad wa\'ala aalihi washahbihii ajmai\'iin,Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \"beginilah kalau negara belum matang, setiap waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\"\"ternyata sangat mudah menghina, mencaci, dan memaki itu\" Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan
semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang, mantap dan stabil.

Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab.

Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat.

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, ketika ditanya tentang sholatnya ? ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat sehingga melakukannya pun kadang-kadang, apalagi untuk shalat Jumat jarang dilaksanakan, dengan alasan masjidnya jauh.

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri ? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi., ketika perdagangan bebas anak harus disiapkan. Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya meninggal dunia ? sudah disiapkan belum pulang ke akherat? orang yang dewasa akan berpikir keras bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka.

Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena semua itu sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang, dan semakin dewasa .

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ? Wallahu’alam

Rabu, 11 Januari 2012

zakat

ZAKAT
Zakat (Bahasa Arab: زكاة; transliterasi: Zakah) adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam.
Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis di dalam Alquran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk memberikan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada kemudian hari, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.
Pada zaman khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu adalah orang miskin, janda, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar. Syari'ah mengatur dengan lebih detail mengenai zakat dan bagaimana zakat itu harus dibayarkan. Kejatuhan para khalifah dan negara-negara Islam menyebabkan zakat tidak dapat diselenggarakan dengan berdasarkan hukum lagi.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia dimana pun. apabila harta sudah mencapai haul dan nishab maka kewjiban tersbut harus dilaksanakan.
Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
• Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
• Zakat maal (harta)
Mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, yakni:
1. Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2. Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
3. Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Mu'allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya
5. Hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya
6. Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya
7. Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
8. Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

Hikmah dari zakat antara lain:
1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
6. Untuk pengembangan potensi ummat
7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.
Manfaat zakat
a.Zakat mendidik manusia untuk memberikan jiwanya dari sifat kikir, tamak, sombong dan angkuh karena kekayaannya.
b. Zakat merupakan salah satu wahana untuk meratakan tingkat pendapatan masyarakat terutama oleh kaum yang lemah yang sangat dirasakan manfaatnya. Zakat juga menghilangkan monopoli dan penumpukan harta pada sebagian masyarakat, yang mengakibatkan kesenjangan social dan kecemburuan social.
c. Dengan mengeluarkan zakat maka harta itu akan menjadi tumbuh, berkembang dan barkah.
d. Zakat juga akan menumbuhkan rasa kasih saying dan peduli terhadap sesama muslim, memberikan rasa optimism bagi fikir miskin dan mendorong adanya sistem ekonomi yang berdasarkan kerja sama dan tolong menolong.


Zakat dalam memberantas kemiskinan

Fakta sejarah membuktikan di zaman sahabat, ummayah, dan Abbasiah, ekonomi umat akan tumbuh bila potensi zakat umat digali secara optimal. Di zaman Umar bin Abdul Aziz dalam tempo 30 bulan tidak ditemukan lagi masyarakat miskin, karena semua muzakki mengeluarkan zakat dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif, tetapi juga produktif. Kenyataan itu harus kita wujudkan saat ini agar kemiskinan yang menjadi musuh kita dapat diatasi.
Secara spiritual amalan zakat sesungguhnya bagaikan tabungan akhirat, namun hakekat zakat dalam urusan dunia memiliki kekuatan yang maha dahsyat dalam membangun ekonomi umat (Islam) khususnya. Beberapa pokok pikiran yang mendasari asumsi ini antara lain:
1. Terjadi pertumbuhan penduduk yang tinggi dan terus menerus. Implikasi demografis ini secara otomatis maka nilai totalitas kuantitatif zakat secara nasional akan meningkat tentunya diukur dari sisi besarnya rupiah yang dikumpul,
2. Kemampuan pengumpulan zakat dan besarnya jumlah pemberi zakat (muzakki) sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah instrumen efektif untuk mengukur adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat (Islam) secara umumnya,
3. Indikator empiris untuk mengaitkan adanya kenaikan tingkat kesadaran masyarakat (Muslim) dalam membayar zakat. Tentunya indikator ini berkaitan dengan meningkatnya kesdaran dan amalan jariah melalui zakat, infaq dan sadaqah,
4. Keberhasilan meningkatkan kualitas nilai zakat dan kuantitas muzakki merefleksikan efektifnya manajemen zakat yang dikelola oleh BAZ (Badan Amil Zakat) atau LAZ (Lembaga Amil Zakat).
Menggali potensi zakat perlu dilakukan melalui identifikasi objek zakat. Sosialisasi dalam mekanisme penerimaan/pemungutan melalui petugas pengumpul zakat (Amil) sangat penting. Dan yang terpenting setelah zakat terkumpul ialah mekanisme dalam penyaluran kepada mustahik (penerima zakat). Efektifitas ini berkaitan pula dengan efisiensi dalam internal manajemen termasuk kualitas dan profesionalitas amil zakat, dan transparansi dalam tata-kelola zakat.
Zakat sesungguhnya berfungsi pula sebagai sumber dana bagi pengembangan ekonomi syariah dengan manajemen amanah. Zakat disalurkan bukan sekedar kepada fakir miskin yang lebih ditujukan ke kepentingan konsumsi (keluarga), tetapi idealnya dana yang disalurkan dapat dijadikan modal usaha bagi perbaikan ekonomi keluarga warga Muslim. Jadi sisi investasi atas zakat jauh lebih bermanfaat dibandingkan sisi konsumsi dari zakat. Ia bagaikan memberi kail dan umpan untuk pengembangan ekonomi ummat, dibandingkan memberi ikan yang siap dimakan untuk kepentingan sesaat.
Sebab Orang Enggan Membayar Zakat.
1. kurang nya pemahaman tetang islam terutama tentang kewajiban zakat
2. tidak mengertinya tentang hokum zakat
3. kurang nya iman
4. tidak mau bersyukur
5. menganggap harta yang dimilikinya adalah hartanya sendiri



Ancaman Bagi yang Tidak Menunaikan Zakat

Telah banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya.

Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi mereka lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :"Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu" (At Taubah : 34-35).

Firman Allah Ta’ala (yang artinya) : "Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." (Ali Imron : 180)

Oleh karenanya harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka itu termasuk harta simpanan yang pemiliknya akan disiksa dengannya pada hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya diantara manusia maka dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka." (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 dari hadits Abu Hurairah)

Kemudian lanjutan hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan orang yang memiliki onta, sapi dan kambing yang tidak ditunaikan zakatnya akan mengalami nasib yang sama pula dari siksa di hari kiamat.

Kamis, 29 Desember 2011

kebijakan dakwah ali bin abi thalib

Tidak berapa lama sesudah Imam Ali r.a. mengucapkan amanatnya yang pertama, muncullah persoalan baru. Waktu itu hanyak orang sedang berkerumun untuk menerima pembagian harta ghanimah dari Baitul Mal.

Kepada seorang jurutulis, Ubaidillah bin Abi Rafi’, Amirul Mukminin memerintahkan supaya pembagian dimulai dari kaum Muhajirin, dengan masing-masing diberi 3 dinar. Kemudian menyusul kaum Anshar. Semuanya mendapat jumlah yang sama, yaitu 3 dinar.

Waktu itu, seorang bernama Sahl bin Hanif bertanya: apakah dua budaknya yang baru dimerdekakan hari itu, juga akan menerima jumlah yang sama? Dengan tegas Imam Ali r.a. mengatakan, bahwa semua orang menerima hak yang sama yaitu 3 dinar.

Ketika pembagian ghanimah berlangsung, beberapa orang tokoh penting tidak hadir. Di antara yang tidak hadir itu ialah Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Al-’Awwam, Abdullah bin Umar, Said bin Al-Ash.

Perobahan Drastis

Beberapa waktu setelah pembagian ghanimah dilaksanakan, timbullah ketegangan antara Imam Ali r.a. dengan sekelompok orang-orang Qureiys. Peristiwanya terjadi di masjid Madinah, sehabis shalat subuh. Selesai mengimami shalat, Amirul Mukminin duduk seorang diri. Kemudian ia didekati oleh Al-Walid bin Uqbah bin Abi Mu’aith.

Atas nama teman-temannya (termasuk yang tidak hadir pada saat pembagian ghanimah) ia mengatakan kepada Imam Ali: “Ya Abal Hasan (nama panggilan Imam Ali ra.), hati kami semua sudah pernah anda sakiti. Tentang aku sendiri, ayahku telah anda tewaskan dalam perang Badr, tetapi aku tetap dapat bersabar. Lalu dalam peristiwa lain, anda tidak mau menolong saudaraku. Tentaug Sa’id, dalam perang Badr juga ayahnya telah anda tewaskan. Sedang mengenai Marwan, anda juga pernah menghina ayahnya di depan Khalifah Utsman bin Affan, yaitu ketika Marwan diangkat sebagai pembantunya.”

Setelah berhenti sejenak untuk mengubah gaya duduknya, Al-Walid melanjutkan: “Mereka itu semuanya adalah kaum kerabat anda sendiri dan di antara mereka itu bahkan terdapat beberapa orang terkemuka dari Bani Abdi Manaf. Sekarang kami telah membai’at anda, tetapi kami mengajukan syarat. Yaitu agar anda tetap memberikan kepada kami jumlah pembagian ghanimah yang selama ini sudah diberikan oleh Khalifah Utsman kepada kami.”

Setelah berfikir sejenak, Al-Walid meneruskan: “Selain itu, anda harus dapat menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang telah membunuh Utsman bin Affan. Ketahuilah, jika kami ini merasa takut kepada anda, tentu anda sudah kami tinggalkan dan kami bergabung dengan Muawiyah di Syam.”

Kalimat yang terakhir ini jelas merupakan intimidasi politik yang dapat dikaitkan dengan rencana gelap Muawiyah bin Abi Sofyan di Syam.

Tanpa ragu-ragu Imam Ali r.a. secara terus terang menjawab intimidasi politik Al-Walid itu. Ia berkata: “Tentang tindakan-tindakan yang kalian sebut sebagai menyakiti hati kalian, sebenarnya kebenaran Allah-lah yang menyakiti hati kalian. Tentang jumlah pembagian harta yang selama ini kalian terima dari Khalifah Utsman, kutegaskan, bahwa aku tidak akan mengurangi atau menambah hak yang telah ditetapkan Allah bagi kalian dan bagi orang-orang lain. Adapun mengenai keinginan kalian supaya aku menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang membunuh Utsman, jika aku memang wajib membunuhnya, tentu sudah kubunuh sejak kemarin-kemarin. Jika kalian takut kepadaku, akulah yang akan menjamin keselamatan kalian. Tetapi jika aku yang takut kepada kalian, kalian akan kusuruh pergi!”

Mendengar jawaban Imam Ali r.a. yang begitu tegas, Al-Walid beranjak meninggalkan tempat, kemudian mendekati teman-temannya yang sedang bergerombol di sudut lain dalam masjid. Kepada mereka Al-Walid menyampaikan apa yang baru didengarnya sendiri dari Amirul Mukminin. Tampaknya mereka tidak mempunyai persamaan pendapat tentang bagaimana cara menunjukkan sikap menentang Imam Ali r.a. dan bagaimana cara menyebarkan rasa permusuhan terhadapnya.

Kebiajakan dakwah ali bin abi thalib
1. Kader-kader terbaik rosul telah memimpin pemerintahan islam selama 30 tahun. Kekuatan imam yang ada di atas dada mereka menciptakan motivasi yang kuat untuk melakukan aktivitas dakwah keluar jazirah arabiah. Motif dakwah tersebut membuat kaum muslimin tidak pernah lelah melakukan perjalanan panjang membuka negeri demi negeri untuk menyiarkan islam. Aktivitas mereka tersebut di dalam sejarah islam di kenal dengan futuhat islamiah.
2. Sarana terbesar dakwah pada masa ini (kurang lebih 30 tahun) adalah pemerintahan dan kekuasaan. Lewat media pemerintahan para khalifah menentukan kebijakan dan strategi dakwah baik masyarakat islam atau di luar masyrakat islam.
3. Futuhat islamiah yang di lakukan oleh para sahabat selalu di ikuti oleh perluasan pemikiran islam. Mayoritas penduduk yang di datangi oleh kaum muslimin memeluk islam karena pilihan mereka. Mereka memandang kaum muslimin bukan sebagai hantu yang menakutkan, tetapi ibarat kapal penyelamat yang siap membawa mereka ke pulau impian.
4. Kesibukan kaum muslimin membuka wilayah dakwah baru tidak membuat mereka lupa memelihara dan mengembangkan pemikiran islam.
5. Menjaga keutuhan al-qur’an al karim dan mengumpulkannya dalam bentuk mushaf pada abu bakar.
6. Memberlakukan mushaf standar pada masa utsman bin affan.
7. Keseriusan untuk mencari dan mengajarkan ilmu dan memerangi kebodohan berislam para penduduk negeri. Oleh sebab itu, para sahabat pada masa utsman bin affan dikirim ke berbagai pelosok untuk menyiarkan islam. Mereka mengajarkan al-qur’an sunnah rosul kepada banyak penduduk negeri yang sudah dibuka.
8. Sebagian orang yang tidak senang kepada islam, terutama dari pihak orientalis abad ke-19 banyak yang mempelajari fenomenal futuhat islamiah dan menafsirkannya dengan motif bendawi. Mereka mengatakan bahwa futuhat adalah perang dengan motif ekonomi, yaitu mencari dan mengeruk kekayaan negeri yang ditundukkan. Interprestasi ini tidak sesuai dengan kenyataan sejarah yang berbicara bahwa bergeraknya sahabat adalah karena imam yang bersemayam hidup di dada mereka.
9. Islam pada masa awal tidak mengenal pemisahan antara dakwah dan negara, antara da’I dan panglima. Tidak dikenal orang yang berprofesi khusus sebagai da’i. para khalifah adalah penguasa, imam sholat, mengadili orang yang berselisih, da’I, dan juga panglima perang. Da’I pada masa awal tidak di pahami sebagai mana pemahaman kita hari ini.

Selasa, 25 Oktober 2011

tafsiran ayat dakwah

Dakwah Adalah Tugas Paling Mulia
Sebagai Rasulullah yang terakhir, Nabi Muhammad SAW membawa risalah yang dialamatkan kepada seluruh umat manusia. Allah SWT berfirman:

“Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui”.(Q.S. Assaba’/34: 28)
Sebagai pembawa risalah Allah, beliau ditugaskan menjadi saksi dan da’i bagi seluruh umat manusia. Dan sebagai da’i beliau bertugas memberikan kabar gembira dan peringatan, sehingga dapat menjadi cahaya yang menerangi kehidupan mereka. Allah SWT berfirman:
“ Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,. Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi”. (Q.S. Al-Ahzab/33: 45-46)
Semenjak diangkat menjadi Rasul, sampai ajalk datang menjemput, Rasulullah SAW telah menjalankan tugasnya berdakwah menyampaikan Risalah Islam dan membimbing umat ke jalan Allah. Tugas itu diteruskan oleh para sahabat, tabi’Indonesia, tabiit-tabi’Indonesia dan generasi seterusnya sampai generasi kit sekarang ini.
Tugas dakwah adalah tugas rasul sebelumnya. Dalam hal ini Allah SWT menyatakan:

“ Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"(Q.S. Fushshilat/41: 33)


Kewajiban Berdakwah
Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, baik individual maupun kolektif. Allah berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.(Q.S. Ali Imran/3: 104)
Jika min dalam ayat di atas (minkum) adalah min bayaniyah, maka dakwah menjadi kewajiban setiap orang (individual), tapi jika min itu adalah min tab’idhiyyah (menyatakan sebagian) maka dakwah menjadi kewajiban kolektif umat atau fardhu kifayah. Kedua perngertian itu dapat digunakan sekaligus. Untuk hal-hal yang mampu dilakukan secara individual (fardhu ‘ain), sedangkan untuk hal-hal yang bisa dilakukan secara kolektif, maka dakwah menjadi kewajiban kolektif (fardhu kifayah). Setiap orang wajib berdakwah, baik secara aktif maupun secara pasif. Secara pasif dalam arti diri dan kehidupannya dapat menjadi contoh hidup dari keluhuran dan keutamaan ajaran Islam.

Kewajiban setiap individu berdakwah, disamping dinyatakan oleh ayat di atas juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Setelah menyampaikan pesan-pesan penting dan mendasar dalam Haji Wada’, Rasulullah bersabda:

Artinya: “Maka hendaklah yang menyaksikan diantara kamu menyampaikan kepada yang tidak hadi, karena boleh jadi yang hadir itu menyampaikannya kepada orang yang lebih dalam mempertahatikannya daripada sebagian yang mendengarkannya”. (H.R. Bukhari)

Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW menegaskan:

Artinya: “Sampaikanlah yang (kamu terima) dariku, walaupun satu ayat” (H.R. Bukhari)
Salah satu ayat yang dapat menyelamatkan manusia dari kerugian adalah apabila mereka mau saling mengingatkan (berdakwah) dengan kebenaran dan kesabaran. Allah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.(Q.S. Al-Ashri: 1-3)

Sasaran Dakwah
Sasaran dakwah atau mad’u dapat dikategorikan berdasarkan beberapa faktor. Dari segi iman, mad’u dibagi menjadi dua, yang sudah beriman (disebut umat ijabah) dan yang belum beriman (disebut umat dakwah). Yang pertama dengan target meningkatkan keimanan dan keislamannya, dan kedua dengan target mengajaknya masuk Islam. Dari segi status sosial-ekonomi, mad’u terbagi menjadi kelompok elite (malak) dan kelompok lemah dan tertindas (dhu’afa’ dan mustadh’afin). Dalam sejarah dakwah yang dilakukan para Nabi, kelompok elite lebih sulit menerima dakwah dibandingkan dengan kelompok lemah. Perhatikan dalam beberapa ayat berikut ini bagaimana komentar kaum elite tatkala diajak oleh Nabi Nuh menyembah Allah SWT.

“Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (Dia berkata): "Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu. Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan". Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".(Q.S. Hud/11: 25-27)
Kaum elite menolak dakwah karena takut kehilangan hak-hak “istimewanya” yang didapat dengan cara-cara yang zalim (seperti Fir’aun, Qarun, Haman, Ruhban dalam kasus Nabi Musa A.S, Umayyah ibn Khalaf dan Abu Lahab dalam kasus Nabi Muhammad SAW), sedangkan kaum dhu’afa merasa senang menerima dakwah karena hak-haknya akan diperjuangkan. Namun demikian, dalam prakteknya, kelompok lemah tidak dapat segera masuk Islam karena ada hambatan dari kelompok elite dengan segala macam cara (ingat kasus Bilal, dan keluarga Yaser pada zaman Nabi Muhammad SAW). Di samping dua kategori di atas, mad’u juga dapat dibagi berdasarkan kategori jenis kelamin, umur, pendidikan dan lain sebagainya. Kategorisasi seperti itu diperlukan untuk menentukan metode dan pendekatan yang tepat sasaran.

Metode Dakwah
Salah satu faktor penentu keberhasilan dakwah adalah metode yang tepat. Rasulullah SAW sangat berhasil dalam berdakwah karena beliau dapat menyampiakan persan yang tepat kepada orang yang tepat dengan cara yang tepat pada waktu yang tepat. Dalam bahasa Al-Qur'an metode yang tepat itu adalah bil hikmah, wal-mauizhah al-hasanah seperti dalam firman Allah berikut ini:
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Q.S. An-Nahl/16: 125)
Bil Hikmah, artinya bin-nash wal-‘aqli (menggunakan nash dan akal). Dakwah tetap mengacu kepada nash(Al-Qur'an dan Sunnah) tapi menggunakan akal dalam menentukan pemilihan terhadap nash mana yang akan disampaikan lebih dahulu (menyangkut tahapan dan silabi dakwah), bagaimana menyampaikannya (media dan cara yang digunakan) yang sesuai dengan kadaan sasaran dakwah.
Dalam menentukan tahapan dakwah misalnya sebagian ahli membuat lima tahapan dakwah: (1) Tahapan penyampaian pesan (marhalah tabligh); (2) Tahapan pengajaran (marhalah ta’lim); (3) Tahapan pembinaan (marhalah takwin); (4) Tahapan pengorganisasian (marhalah tanzhim); (5) Tahapan pelaksanaan (marhalah tanfizh).
Dalam tahapan-tahapan di atas dapat kita lihat bahwa tabligh adalah merupakan tahap awal dari kegiatan dakwah secara keseluruhan. Untuk dapat berhasil mengajak mad’u memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupannya masih diperlukan lagi beberapa tahap berikut setelah tabligh. Sungguh sangat keliru kalau seorang da’i menganggap tabligh adalah satu-satunya cara, atau menjadikan tabligh terlepas sama sekali dari tahapan lainnya. Oleh sebab itu kegiatan dakwah tidak dapat dilakukan secara sendirian, tapi harus bersama-sama (berujama’ah atau berorganisasi) sehingga tahapan-tahapanj dakwah tersebut dapat dijalankan secara terencana dan bertahap.
Dakwah secara berjama’ah atau berorganisasi diisyaratkan juga oleh ayat berikut ini:
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".(Q.S. Yusuf/12: 108)
Sedangkan penentukan media yang digunakan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas yang ada serta kebutuhan dan kemampuan penerimaan sasaran dakwah. Apakah akan menggunakan media tradisional (ceramah dan khutbah) atau multi media baik elektronik maupun audiovisual.
Apapun metode yang diikuti, selain mempertimbangkan efektifitas dan efesensi, tidak boleh dilupakan bahwa semua metode yang digunakan tidak boleh menyimpang atau bertentangan dengan nash Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dalam berdakwah sekalipun, tujuan tidak menghalalkan cara.
Yang dimaksud dengan al-maui’zhah hasanah adalah pelajaran yang baik. Seluruh ajaran Islam adalah maui’zhah, baik yang disebutkan secara eksplisit dalam nash Al-Qur'an dan As-Sunnah maupun yang dipahami dari kandungan maksudnya. Semua perintah, larangan, petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah maui’zhah hasanah. Tetapi, kalau pesan-pesan suci itu disampaikan dalam bahasa manusia, maka kalimat-kalimat yang digunakan, gaya bahasa yang dipakai, bahkan intonasi dan nada bicara (jika disampaikan secara lisan), haruslah dikemas dengan sebaik-baiknya, sehingga pesan-pesan itu dapat diterima dengan baik. Pelajaran yang baik kalau disampaikan dengan kalimat-kalimat dan gaya bahasa yang kasar dan menyakitkan, tentu saja tidak akan produktif, malah berakibat sebaliknya yaitu kontra produktif.
Jika dalam berdakwah harus menggunakan metode debat atau polemik, baik internal umat Islam, apalagi eksternal dengan orang-orang yang belum beragama Islam, maka lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Al-Qur'an menyatakan, wajâdilhum billati hiya ahsan. Sasaran jidâl atau mujâdalah dalam ayati ini bersifat umum, bisa muslim (umat ijabah) dan bisa juga non muslim (umat dakwah). Siapapun yang diajak atau mengajak berdebat, berdebatlah atau berpolemiklah dengan cara yang sopan, santun, argumentatif, dan hindarilah kata-kata dan sikap yang melukai perasaan lawan debat. Carilah kelemahan argumentasi lawan debat, bukan kelemahan pribadinya. Jika yang diserang adalah kelemahan pribadi, maka mujâdalah sudah bergeser dari mencari kebenaran, menjadi mencari kemenangan. Sekalipun pribadi kita diserang oleh lawan debat, tetapi tetaplah konsisten memegang prinsip, jangan terpancing. Seorang muslim yang baik, apalagi seorang da’i, tidaklah diajarkan membalas keburukan dengan keburukan pula, tapi balaslah dengan kebikan.
Akhlaq Da’i
Sebagai pribadi yang menyampaikan ajaran yang mulia, dan mengajak orang menuju kemuliaan, tentulah seorang da’i harus memiliki al-akhlaq al-karîmah yang terlihat dalam seluruh aspek kehidupannya. Dia harus memiliki sifat-sifat mulia baik dalam kepastiannya sebagai pribadi Muslim secara umum, maupun sebagai da’i secara khusus. Seorang da’i haruslah memiliki sifat sidiq, amanah, sabar, tawadhu’, ‘adil, lemah lembut dan selalu ingin meningkatkan kualitas amal ibadahnya kepada Allah SWT dan sifat-sifat mulia lainnya.
Lebih dari pada itu, kunci utama keberhasilan dakwah seorang da’i adalah satunya kata dan perbuatan. Salah satu sebab utama keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah karena perbuatan beliau selalu sejalan dengan apa yang dikatakan. Allah mengancam seorang da’i atau siapapun saja yang perbuatannya tidak sejalan dengan perkataanya, atau hanya bisa berkata tapi tidak mau berbuat.”
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Q.S. Ash-Shaf/61: 2-3)
Seorang da’i haruslah konsisten, istiqamah di dalam jalan dakwah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW –yang tentunya juga berlaku untuk umatnya. Allah berfirman:
“Maka Karena itu Serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah[1343] sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan Katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan Aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)".(Q.S. Asy-Syura/42: 15).
Disampaikan dalam Pelatihan Nasional Instruktur Muballigh Muhammadiyah, oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 13 Januari 2011

tugas psikologi 1

1.1 PENGERTIAN OBJEK DAN TUJUAN PSIKOLOGI
A.Pengertian Psikologi
Kumpulan pengetahuan dapat disebut ilmu apabila memiliki syarat-syarat tertentu,syarat yang dimaksud adalah objek material dan objek formal setiap bidang ilmu khusus maupun ilmu filsafat sama harus memiliki objek tersebut.
Objek material adalah sesuatu yang dibahas atau dipelajari atau diselidiki (sastro poetro,1987:117:mudofir,1966:6)atau suatu unsure yang ditemukan atau sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran objek material mencakupi apasaja,baik hal-hal konkret misalnya kerohanian,nilai-nilai,ide.perinci objek material pada fakta-fakta gejala-gejala,atau pokok-pokokyang nyata dan diselidikioleh ilmu pengetahuan.
Objek formal adalah cara memandang ,meninjau yang dilakukan oleh seseorang peneliti terhadap objek materinya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.jadi,sudut dari mana objek material itu disoroti disebut objek formal dengan demikian ,kita bias menyipulkan bahwa objek formallah yang membedakan antara ilmu yang satu dan ilmu yang lainnya bahwa suatu objek formal dipunyai suatu bidang ilmu saja.Artinya,tidak mungkin ada dua atau lebih ilmu pengetahuan yang mempunyai objek formal yang sama.
Objak formal suatu ilmu adalah definisi dari ilmu itu.Psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri,apabila dihubungkan dengan syarat-syarat untuk bias disebut ilmu.Psikologi dapat memenuhi syarat pertama yaitu psikologi mempunyai objek tertentu.Psikologi mempunyai ojek material yaitu manusia dan objek formal atau sudut pandang keilmuanya yaitu dari segi segi tingkah laku manusia.Objek tersebut bersifat empiris.
Psikilogi berasal dari kata-kata Yunani:psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu.jadi secara harfiah berarti ilmu jiwa. Sebelum psikologi berdiri sendiri sebagaai ilmu pengetahuan pada tahun 1879, psikologi (atau tepatnya gejala-gejala kejiwaan) dipelajari oleh filsafat dan ilmu faal. Filsafat sudah mempelajari gejala-gejala kejiwaan sejak 500-600 tahun SM, yyaitu melalui filsuf-filsuf yunani kuno. Diantara filsuf itu adalah Thales (624-548 SM) yang dianggap bapak filsafat.
Lain halnya dengan Anaximander (611-546 SM)yang berpendapat bahwa segala sesuatu berasal dari apeiron artinya tak berbatas, tak terbentuk, tak bias mati (the boundless, fromless, immortal matter), yaitu seperti kkoonsep tentang Tuhan dizaman kita sekarang.
B.Tujuan Psikologi
1.untuk lebih mengenal diri sendiri
2.lebih mengerti dan memahami orangg lain
3.biasa memecahkan masalah sendiri
4.membantu memecahkan masalah orang lain
5.lebih luas pergaulan dengan orang lain
6.untuk lahan mencari makan
7.mengurangi orang-orang stress
8.beribadah kepada yang maha kuasa
C.Jenis-jenis Objek
a.objek material suatu objek yang mempelajari gejala-gejala atau pokok-pokok yang nyata
b.objek formal suatu ilmu yang dapat dilihat atau definisinya dari ilmu dan dihubungkan dengan syarat-syarat untuk biasa mempunyai objek.
1.2PSIKOLOGI SEBAGAI BAGIAN DARI FILSAFAT
A.Pengertian Psikologi bagian dari filsafat
Psikologi merupakan bagian dari filsafat karena objek tetap pada hakekat jiwa,sementara metodenya masih menggunakan argumentasi logika.Filsafat merupakan induk dari semua ilmu pengetahuan,ilmu yang mencari hakekat sesuatu dengan menciptakan pertanyaan dan jawaban secara terus menerus,sehingga mencapai pengertian yang hakiki tentang sesuatu.
Pandangan ketubuhan dan kejiwaan menurut uraian filsuf abad pertengahan yakni;
a.pandangan bahwa antara ketubuhan dan kejiwaan(aspek psikis dan fisik).tidak dapat dibedakan karena merupakan suatu kesatuan.pandangan ini disebut monims.
b.pandangan ketubuhan dan kejiwaan hakikatnya dapat berdiri sendiri,meskipun bahwa disadari ketubuhan dan kejiwaan merupakan suatu kesatuan.ini disebut dualis.
1.Psikologi Plato
Ajarannya tentang “idea”tentang jiwa.bahwa sebelum kita ada di dunia ini jiwa sudah ada terlebih dahulu. Dalam teorinya Plato melukiskan pertentangan antara kenyataan rohani yang tak pernah musnah,dan kehidupan duniayang di alami secara indrawi.Teori ini terpisahnya antara jiwa manusia yang tak dapat mati dan badan yang akan musnah.
Teori Plato tentang idea-idea meliputi dua alam:
a. Alam transenden (noumenal)yang absolute,bentuk ide yang tidak berubah dimana yang baik merupakan yang utama.
b. Alam fenomenal(dunia tampak) yang tersusun dari sesuatu yang berubah,dan selalu gagal untuk meniru atau menjiplak.
2.Psikologi Aristoteles
Mengemukakan macam-macam tingkah laku manusia dan perbedaan manusia dengan organisme lainnya. Aristoteles disebut bapak logika ,suatu pemikiran yang menggunakan akal dan sains.
3.Psikologi Rene descrates
Menurut pendapatnya,psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai gejala-gejala pemikiran atau gejala-gejala kesadaran manusiaa yang terlepas dari badannya. Fondasinya adalah aku yang berpikir,itulah yang benar-benar ada,tidak diragukan,bukan kamu atau pikiranmu.
4. psikologi Jhon Locke
Dalam konsepnya tentang tabula rasa bahwa manusia seperti lembaran kertas yang kosong. Locke mengatakan semua pengetahuan,tanggapan,dan perasaan jiwa diperoleh oleh indra.
Menurut Locke alam mempunyai kualitas,yaitu:
a.kualitas primer,yaitu penghubung terpenting antara kita dan sesuatu diluar kita.
b.kualitas sekunder,tenaga atau potensi dari suatu benda yang memungkinkan kita mengindrakankualitas primer tersebut.
c.power,kekuatan benda-benda untuk mempengaruhi benda yang lain.
5.Psikologi Leibniz
Ia berpendapat bahwa tingkah laku tubuh manusia diatur oleh hukum-hukum mekanika . segala sesuatu terjadi untuk suatu tujuan dan alasan.
6.Psikologi George Berkeley
George Berkeley disebut sebagai bapak idealisme modren,sebagai titik tolak bagi tendensi idealistic atau tendensi konseptual.pendapatnya daya pikir manusia tidak dianggap sebagai sesuatu yang bersifat ilahi.
7.Psikologi David Hume
Menurut Hume,fisafat pada intinya adalah pengalaman yang terdiri atas kesan dan ide,serta memandu kita dalam mengasosiasi ide.
8. Psikologi Jhon Stuart Mill
Menurut pendapatnya bahwa persepsi dan ide adalah elemen-elemen yang sistematis dari jiwa.elemen tersebut dihubungkan melalui asosiasi,asosiasi terdiri-dari dua prinsip yaitu: similarity(kesamaan)dan contiguity(kedekatan).
B.Psikologi sebagai ilmu mandiri
Psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri oleh Wilhelm Wundt,dengan didirikannya labolatorium psikologi pertama di dunia di leipzig,pada tahun 1879.
Dua teori mengarahkan berdirinya psikologi sebagai ilmu
1.psikologi Nativistik(psikologi pembawaan)
Teori ini mengatakan bahwa jiwa terdiri dari beberapa faktor yang di bawa sejak lahir,yang disebut pembawaan atau bakat.
2.Psikologi asosiasi(psikologi empirik)
Wundt mengakui bahwa kelangsungan pemikiran itu terdapat terjadi proses asosiasi yang berhubungan antara dua tanggapan secara pasif yang yang tengelam dalam pikiran kita.
C. Aliran-aliran Psikologi
1.Strukturalisme
Penekanan pada analisis atau proses kesadaran yang dipandang terdiri dari elemen-elemen dasar,serta usahanya menemukan hukum-hukum kesadaran.
2.Aliran Fungsionalisme
Mempelajari fungsi dari tingkah laku dan proses mental,tidak hanya mempelajari strukturnya.tokohnya William James
3.Aliran Psikoanalisis
Tokohnya Sigmund Freud,aliran psikoanalisis muncul pada permulaan tahun 1900.
4.Aliran Psikologi Gestalt
Psikologi gestalt menaruh perhatian pada persepsi objek dan menjelaskan perilaku sosial. Kurt Lewin mengemukakan teorinya tentang apa yang terjadi pada jiwa seseorang,sehingga terjadi persepsi dan perilaku yang menyeluruh.


1.3 METODE PENELITIAN PSIKOLOGI
Metode (yunani; methodos)adalah suatu cara atau jalan. Dalam konteks ilmiah metode menyangkut masalah cara kerja untuk memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang hendak di kaji. Perbedaan ilmu psikoogi dengan ilmu pengetahuan alam sebab ilmu pengetahuan alam meniliti objeknya secara ilmiah menggunakan hukum-hukum dan objeknya nyata.Tokoh detektif Hercule Poirot karya Agatha Christie yang mengunakan pikiran dan diperlukan metode dalam penelitian sehingga dapat di terapkan pada kehidupan.
Cirri-ciri metode ilmiah
- objektif,informasinya benar sesuai keadaan sesungguhnya
-adekuat,memadai sesuai masalah dan tujuannya
-reliable,dapat dipercaya sesuai dengan kenyataan
-sistematis,datanya tersusun dengan baik
-akurat,memberikan data dan informasi dengan teliti
1.Metode eksperiental
Menemukan prinsip-prinsip yang berkeja dalam tingkah laku atau hendak mengungkapkan sebab akibat(Turner dan Helms,1995 Feldman,2003). Metode ini adalah suatu prinsip dasar yang memanipulasi kondisi dan manusia dilihat sebagai organisme yang sama atau pengamatan terhadap suatu kejadian yang berlangsung di bawah kondisi dan syarat tertentu. Metode eksperiental dapat digunakan di luar maupun didalam laboratorium.
2 Metode non eksperiental
Mengkaji perilaku baik secara mengumpulkan informasi di luar laboratorium maupun di dalam,ada yang formal dan tepat,ada pula yang tidak terlalu formal.
Jenis-jenis metode non eksperiental
-metode observasi
Kajian ilmiah mengenai perilaku.pengamatan data atau hiposis melalui riwayat hidup seseorang dengan menanyakan langsung dengan orang tersebut disebut riwayat hidup.
-metode study kasus
Kajian kasus yang melibatkan pembuktian ilmiah dan tidak benar-benar objektif.metode ini biasanya digunakan oleh dokterdalam mengobati pasien.kelebihan metode ini adalah seakan-akan memberikan kesan bahwa objeknya adalah orang-orang yang jiwanya tidak normal.
-metode survai
Metode yang bertujuan mengumpulkan sejumlah besar variable mengenai individu melalui alat pengukur wawancara namun tujuan pokok memanfaatkan data yang diperoleh dan digunakan untuk menyelesaikan masalah.survei sensus adalah survey yang meliputi seluruh populasi yang diinginkan,sedangkan survey sampel adalah survey yang dilakukan hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi.
3.observasi ilmiah
Menentukan akan melakukan apa pada orang atau hewan yang ditelitinya,kapan akan dilakukan.observasi ilmiah adalah pengamatan terhadap situasi yang sudah ada,situasi yang terjadi secara spontan dan tidak dibuat-buat.
4.sejarah kehidupan
Sejarah kehidupan dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan.sejarah kehidupan dapat disusun melalui dua cara,yaitu
a.pembuatan buku harian
b.rekontruksi biografi
5.wawancara
Wawancara adalah Tanya jawab antara si pemeriksa dan orang yang diperiksa(agar orang yang diperiksa itu mengemukakan isi hatinya.ada beberapa teknik wawancara,yaitu
a.wawancara bebas adalah Tanya jawab diberikan secara bebas oleh pewawancaranya maupun yang di wawancara.
b.wawancara terarah adalah Tanya jawab yang sudah ada untuk mengadakan wawancara tersebut.
c.wawancara terbuka adalah pertanyaan yang telah di tentukan dan diberikan kebebasan kepada penjawab untuk menjawab.
d,wawancara tertutup adalah pertanyaan dan jawaban telah di tentukan sehingga orang yang diperiksa tinggal memilih antara kemungkinan “ya” atau “tidak”.
6.angket
Angket adalah wawancara tertulis.keuntungan angket adalah daya sebarnya yang luas kepada masyarakat yang dalam menanganinya tak perlu pengamatan.sedangkan kelemahan angket adalah bahwa alat ini tidak mampu mengekspresikan wajah,gerak,dan perasaan.
7.pemeriksaan psikologis (psikotes)
Mengukur dan mengetahui taraf kecerdasan,arah minat,sikap,struktur kepribadian orang yang diperiksa.keuntungan metode ini adalah bahwa dalam relative singkat dapat dikumpulkan banyaknya data mengenai diri sendiri serta data yang tidak dapat diketahui oleh metode lainnya.

1.4 HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU LAINNYA
A.Pengertian Hubungan Psikologi dengan Ilmu lainnya
Serge Moscovici seorang psikologi prancis yang menyatakan bahwa psikologi adalah jembatan diantara cabang-cabang pengetahuan lainnya. Sebab psikologi memandang individu dalam suatu sistem sosial yang lebih luas serta mengakui aktifitas manusia dan pengaruh budaya serta perilaku manusia dimasa lampau.psikologi berhubungan dengan ilmu filsafat ,sejarah ,sosiologi,seni dan music.psikologi jugamemfokuskan pada individu atau kelompok yang menggunakan analisis kemasyarakatan.
B.Ilmu yang menggunakan pendekatan psikologi
Ilmu sosial yang berhubungan dekat dengan psikologi adalah ilmu yang di pengaruhi oleh perbuatan manusia atau masyarakat karena hukum-hukum dan ketentuan tertentu.
- Sosiologi
- Ilmu ekonomi
- Ilmu hukum
- Ilmu politik
- Antropologi
- Filsafat
Dalam ilmu pasti dan teknologi psikologi sangat membantu manusia
1.ilmu kedokteran,psikologi membantu dokter untuk mengadakan pendekatan kepada pasien
2.arsitektur,psikologi membantu para arsitek untuk membuat rumah yang nyaman
Ilmu –ilmu yang kurang mempargunakan psikologi adalah ilmu yang tidak langsungberhubungan dengan manusia sebagai objeknya,seperti ilmu matematika.

1.5 ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI
Sejak zaman yunani kuno,gejala-gejala kejiwaan sudah banyak menarik perhatian ahli-ahli filsafat yang mengemukakan pikiran-pkiran mengenai gejala-gejala psikologis. Kemudian Descrates(1496-1650) dengan semboyan “saya berpikir maka saya ada” dan mulai sejak itu timbullah aliran yang mementingkan kesadaran.
Dua pendekatan pertama
1.psikologi pembawaan atau psikologi nativistik
Tokoh aliran ini Frans Joseph gall(1785-1828) yang mengajukan suatu metode untuk mengenal seseorang dengan memeriksa otak.
2.psikologi asosiasi atau psikologi empiric
Menurut teori ini,berisi ide-ide yang di dapatkan melalui pancaindra,dimemorikan dan saling disosiasikan satu sama lain prinsip-prinsip kesamaan,kekontrasan,dan kelangsungan.
Pengaruh- pengaruh lain terhadap psikologi
Menurut Francis Galton,inggris(1822-1911) perbedaan-perbedaan antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam berbagai kemampuan(perbedaan individual).
Menurut Charles Darwin,inggris(1809-1882)ada kontinuitas antara hewan dengan manusia,timbullah psikologi komperatif.
Menurut Anton Mesmer (1734-1815) ia membawa pengaruh dari dunia ilmu kedokteran dan pengobatan,khususnya psikiatri terutama dalam pengobatan penderita sakit jiwa.Aliran yang menekan pentingnya alam ketidaksadaran.
Teori-teori dalam psikologi,yaitu
1.Strukturalisme
Tokohnya adalah William Wundt(1832-1920) aliran mengutamakan tentang struktur kejiwaan manusia yang terdiri-dari elemen seperti perasaan,ingatan,pengindraan.
2.Fungsionalisme
Tokohnya adalah William James(1842-1910) pemikirannya mempelajari tentang fungsi dan kegunaan jiwa.fungsi jiwa adalah alat manusia untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
3.Behaviorisme
Tokohnya adalah Jhon B.Watson(1878-1958)pemikirannya tentang perilaku dimana perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsang(stimulus)dan diikuti oleh reaksi(respon) terhadap rangsangan itu.
4.Gestalt
Tokohnya Max Weitheimer(1912)pemikirannya bahwa dalam pengamatan atau persepsi suatu situasi,rangsangan di tangkap secara keseluruhan.
5.Psikoanalisis
Tokohnya adalah Sigmund Freud(1856-1939)teorinya tentang alam ketidaksadaran yang timbul pada masa kanak-kanak yang oleh satu hal yang terpaksa ditekan sehingga tidak muncul dalam kesadaran. Psikoanalisis sebagai teknik penyembuhan penyakit-penyakit kejiwaan(psikoterapi),dengan cara membongkar ganguan-ganguan yang terdapat dalam ketidaksadaran dengan metode analisis. Selanjutnya Frued mengemukakan tiga teori tentang id,ego,super ego.
Id(naluri atau insting),ego(pelaksana dari id),super ego(norma-norma dan nilai dari kesenangan sesaat.

6. Humanistik
Tokohnya Abraham Maslow(1908—1970) teorinya adalah bahwa manusia harus dilihat sebagai totalitasnya yang unik.
Cabang-cabang Psikologi
Perkembangan psikologi pada tahun 2008 sebagai ilmu terapan dalam program-program yang ada yang ada program pascasarjananya.APA merupakan suatu organisasi yang memberikan gambaran tentang betapa luasnya wilayah penelitian dan terapan psikologi

1.6 PANDANGAN ISLAM TERHADAP PSIKOLOGI
A.Pengertian
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku organisme,seperti perilaku kucing dan tikus,perilaku manusia terhadap sesamanya(Jhon Watson). Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki jiwa,namun secara empirik hakekat jiwa tersebut tidak dapat diketahui,sehingga psikologi hanya membahas mengenai proses,fungsi-fungsi,dan kondisi kejiwaan. Bagi psikologi tertentu,yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana member rangsangan atau stimulus pada jiwa tersebut agar mampu meresponnya dalam bentuk perilaku.
1. Psikologi sebagai disiplin ilmu
Psikologi islam sebagai ilmu yang mandiri baru memasuki proses awal,mengunakan pendekatan spekulatif yang membicarakan hakekat mental dan kehidupannya.sumber yang digunakan bersumber pada al-Qur’an dan al-sunnahdan hasill pemikiran para filosof atau sufi abad klasik.
Psikologi secara etimologis memiliki arti “ilmu tentang jiwa”.psikologi dapat diterjemahkan dalam bahasa arab menjadi ilmu al-nafs atau al-ruh. Sukanto Mulyomartono menyebutkan “Nafsiologi”,penggunaan istilah ini merupakan objek kajian psikologi islam adalah al-nafs yaitu aspek psikopisik pada diri manusia yang tidak bisa disamakan dengan psyche dalam psikologi kontemporer barat yang berkaitan dengan aspek psikis manusia al-ruh.
2. Hakekat psikologi islam
Hakekat psikologi islam adalah kajian islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia,agar secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurnadan mendapatkan kebahagian hidup didunia dan akhirat.
3. Pendapat ulama
Ibn khaldun adalah orang yang memperkenalkan sains social ilm al-umran(1377).cabang sains social adalah psikologi dan dan membuat kajian dalam bidang ini.
Dalam perspektif islam,personality dimasukan sebagai sahsiah atau secara umumnya akhlak.faktor-faktor lain yaitu hubungan manusia dengan allah swt,interaksi roh dan jasmani serta peranan akal.
1.7 MANUSIA DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI
Manusia adalah makhluk tuhan yang tergantung pada tabiatnya. Manusia itu sendiri juga makluk yang mempunyai perasaan lupa,senang,dan makhluk yang bergerak. manusia itu pada hakekatnya adalah makhluk yang berfikir,berbicara,berjalan,menangis,bertindak dan bergerak.
A.Ada beberapa filosof yang berbeda pendapat mengenai manusia,yaitu
a.Plato,bahwa manusia awalnya adalah ‘jiwa’
b Thomas Aquinas,bahwa manusia sebagai makhluk yang individual atau makhluk yang mempunyai kesatuan jiwa antarajiwa dan badan.
c.David Hume,kesatuan jati diri manusia dalam kaitannya dengan waktu.pengetahuan ilmiah hanya dapat dicapai dengan titik tolak pengalaman indriawi.
d.Immanuel Kant,bahwa identitas diripun tidak dapat di pergunakan untuk menyanggah keyakinan bahwa sesuatu di dunia ini selalu berganti.
e.Jhon Dewey,seorang individu dikatakan pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai social masyarakat tertentu.
B.Jiwa manusia
Jiwa manusia digambarkan atau dibayangkan sebagai suatu benda halus ,atau makhluk halus yang merasuki meresapii yang mewujudkan cita-cita jiwawi.
C.Manusia mempunyai pengetahuan
Pengetahuan adalah suatu kegiatan mempengaruhi subjek yang mengetahui dalam dirinya yang memperkaya eksitensi subyek.
D.Seputar manusia
Meskipun manusia sebagai suatu kesatuan yang utuh,namun manusia terdiri dari bagian-bagian dan aspek-aspek yang terdiiri dari badan dan jiwa.kemampuan dan gaya perkembangannya sendiri.
1.8 FAKTOR-FAKYOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MANUSIA
A.Turunan
Perdebatan antara kaum nativis dan empiris,ilmu psikologi .Cesare Lombroso(1836-1906)terkenal dengan teorinya yakni,”delenquento nato”bahwa penjahat mempunyai watak jahat pada sejak lahirnya,yang tercermin pada bentuk tengkoraknya.
B.Lingkungan
Sifat manusia sepenunya dipengaruhi oleh lingkungan(empirisme).Jhon Lucke (1632-1704)mengatakan behwa jiwa manusia waktu lahir putih bersih bagaikan kertas yang belum ditulisi.
C.Konvergensi(William stren 1938)
Konvergensi adalah hasil dari kontribusi dari lingkngan dan bawaan.teori ini diperkuat dengan penelitian dengan mengunakan metode pemindahan otak yang terkait dengan intelegensi.yang kurang diterima dalah pendapat bahwa factor bawaan atau factor lingkungan mutlak mempengaruhi perkembangan kehidupan seseorang.contohnya dua orang anak kembar dibesarkan dengan keluarga dan lingkungan yang berbeda akan mengembangka sifat-sifat yang berbeda yang berbeda.jadi,pengaruh lingkungan cukup besar pada kedua anak tersebut.
D.Pembentukan kepribadian
Kepribadian adalah topeng,sebuah konsep yang sangat sukar dimengerti dalam psikologi.
Teori psikologi tentang manusia:
a.Teori psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud memandang kepribadian terdiri dari tiga komponen,yaitu id(naluri),ego(kesadaran),super ego(hati nurani).
b.behavioris yang dipelopori oleh B.F Skinner memandang kepribadian sebagai rangkaian kebiasaan yang tersusun dari sejumlah hubungan rangsang dan reaksi yang memperoleh penguatan.
C.Kognitif yang dipelopori oleh Leon Festinger.kesadaran adalah pengetahuan ,minat,sikap,penilaian,khususnya tenteng orang-orang lain.
D.Humanistik A.H Maslow yang berpendapat bahwa kebutuhan manusia yang tertinggi adalah aktualisasi diri.
E.Biopsikologi ,Richard Davison memandang kepribadian sebagi hasil kerja bagian-bagian dari otak yang disebut prefrontal cortex PFC sebagai pusat rasio dan amygdale sebagai pusat emosi.
Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang terdiri-dari system-sistem psiko-fisik yang menentukan cara penyesuaian diri yang unik (khusus)dari individu tersebut terhadap lingkungannya.
F.faktor-faktor situasional
1.faktor ekologisme,missal kondisi alamatu iklim
2.faktor rancangan dan arsitektur,missal penataan ruang
3.faktor temperal,missal keadaan emosi
4.suasana perilaku,missal cara berpakaian
5.faktor social,mencakup system peran
6.lingkungan psikososial,yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya
7.stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.

1.9 GEJALA-GEJALA KOGNASI
a. Penginderaan dan Pengamatan
Merupakan persoalan yang berhubungan dengan penginderaan dan pengamatan agar individu dapat menyadari sesuatu. Adanya beberapa syarat yang perlu dipenuhi, yaitu:
1. Adanya objek yang diamati.
2. Alat indera atau resepto yang cukup baik.
3. Untuk menyadari atau untuk mengadakan pengamatan.
Gejala pengenalan dalam garis besarnya dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu: yang melalui indera dan yang melalui akal. Melalui indera dapat dibagi 2 yaitu:
1. Diluar, yang mengikuti penginderaan dan pengamatan .
2. Dipusat, yang meliputi tanggapan, ingatan dan fantasi. Yang mengenai tanggapan meliputi: eidetic, proses pengiring, reproduksi, asosiasi, dan appersepsi.
Adapun yang melalui akal di bagi 2 yaitu:
1. Pengindraan atau pendirian adalah penyaksian indra kita atas rangsang yang merupakan satu komleks (satu kesatuan yang kabur atau tidak jelas).
2. Pengamatan (pencerapan, perceotion) adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang.
Dalam pengamatan dengan sadar orang dapat pula memisahkan unsure-unsur dari objek tersebut. Tetapi pengamatan hanya dapat dilakukan oleh manusia, hewan dan bayi tidak dapat melakukannya. Timbul apabila kita menyangka atau melihat , mendengar sesuatu pada hal objjeknya tidak ada, jadi dalam pengamatan jiwa kita aktif.
b.Tanggapan
Tanggapan disebut “laten” (tersembunyi belum terungkap), tanggapan tersebut ada dibawah sadar, tau tidak kita sadari.sedangkan tanggapan disebut “actual “(aktueel=sungguh) apabila tanggapan tersebut kita sadari.
Gejala yang terletak diantara pengamatan dan tanggapan adalah ‘ bayangan pengiring” dan “bayangan editis”. Kedua bayangan tersebut dapat diamati oleh orang yang bersangtkutan. Bayangan editis (eidos=area,golek) yaitu suatu gambaran yang jelas yang didapat setelah adanya pengawasan.editis bertipe tenatiod, bayangan yang menyerupai bayangan pengiring.
C.Reproduksi dan Assosiasi
Reproduksi adalah pemunculan tanggapan-tanggapan dari keadaan dibawah sadar (tidak disadari) keadaan didasari reproduksi dapat juga terjadi karena adanya perangsang atau pengaruh dari luar.menurut cara timbulnya trepeoduksi juga dapat terikat, diikat dan didorong oleh kemauan sendiri.
Assosiasi tanggapan adalah sangkut paut antara tanggapan satu dengan yang lain didalam jiwa. Apabila yang satu didasari, maka yang lain ikut didasari pula. Walaupun dalam assosiasi itu ada semacam kebebasan.namun pada dasarnya mengikuti hukum-hukum tertentu, seperti yang dikemukan pertama kali oleh Aristoteles sebagai berikut:
Hukum I : Hukum sama waktu,tanggapan yang muncul pada saat yang sama pada kesadaran.
Hukum II: Hukum berurutan ,yaitu tanggapan yang mempunyai hubungan berturut-turut berasosiasi dan bereproduksi ke dalam kesadaran.
Hukum III:Hukum persamaan,yaitu tanggapan yang hampir samadan benda-benda yang hampir sama bersosiasi kedalam kesadaran.
Hukum IV: Hukum perlawanan,yaitu tanggapan yang berlawanan berasosiasi dan di reproduksi ke dalam kesadaran.
Hukum V:Hukum sebab akibat
d.Ingatan (memory)
Ingatan adalah kekuatan jiwa untuk menerima,menyimpan,dan memproduksi kesan-kesan.Prestasi ingatan berhubungan erat dengan kondisi jasmani,misalnya kelelahan,sakit,kurang tidur juga menurunkan prestasi ingatan.
Kesan pengindraan
Ingatan adalah mengenal kembali.yaitu bahwa apa yang kita amati sekarang ini pernah kita amati atau akan kita kenang pada masa lampau(kesadaran pada masa lampau).cara menyelidiki ingatan,yaitu:
a.metode mempelajari adalah untuk menyelidiki kemampuan ingatan dengan cara melihat sampai sejauh mana waktu yang diperlukan atau usaha yang dilakukan oleh subjek untuk mengetahui materi ya g dipelajari.
b.metode mempelajari kembali adalah metode yang terbentuk dimana subjek disuruh mempelajari materi kembali yang pernah dipelajari sampai sama pada pelajaran yang pertama kali.
c.metode rekontruksi adalah metode yang terbentuk dimana subjek disuruh mengontruksi kembali suatu materi yang diberikan,
d.metode mengenal kembali adalah mengambil bentuk dengan cara kembali pengenalan kembali.
e.metoe mengingat kembali adalah mengambil bentuk subjek yang disuruh mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
f.metode asosiasi berpasangan adalah mempelajari materi secara berpasangan.
E.Fantasi
Fantasi adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan baru.fantasi dapat terjadi karena disadari,tidak disadari.
Untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan individu untuk berfantasi, pada umumnya digunakan tes fantasi. Tes yang digunaka untuk mengetes fantasi adalah:
1. Test TAT
2. Test kemistahilan
3. Heilbronner Wisma Test
4. Test Rrorschach
F. Berfikir (Thingking)
Berfikir adalah aktifitas aktifitas psikis yang internasional . dan terjadi apabila seoranmg menjumpai problem (masalah) yang harus dipecahkan .
Para ahli , mengemukakan adanya 3 fungsi dari berfikir,yakni: membentuk pengertian, membentuk pendapat dan membentuk kesimpulan
a. membaca dalam hati
Membaca dalam hati memberikan dua keuntungan besar yaitu: memberikan berfikir secara mandiri dan menjadi alat untuk mengadakan penelitian, mentest intelegensi kecerdasan dan belajar berfikir secara logis.
b.berfikir dan bahasa
Peran bahasa dalam hubungannya dengan berfikir amat ert sekali, yang antara lain dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Bahwa bahasa merupakan instrument dari fikiran
2. Bahasa juga merupakan alat untuk menyatakan pengalaman-pengalaman
3. Bahasa sebagai alat komunikasi
4. Bahasa memungkinkan daya tahan produk dari fikiran.
c.intelegensi ( kecerdasan)
Intelegensi berasal dari kata latin “intelligere” yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain.menurut panitia istilah paedagogik yang dimaksud intelegensi adalah daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan mempergunakan alat-alat berfikir menurut tujuannya.
Menurut spearman intelegensi mengandung dua factor,yaitu general ability dan special abilty. Menurut kekuatanya kecerdasan ada dua, yaitu kecerdasan kreatif dan kecerdasan eksekutif.menurut gunanya kecerdasan dibagi dua, yaitu kecerdasan teoritis dan kecerdasan praktis.
Macam-macam test kecerdasan
1. Intelegensi-Test Binel- Simmon
2. Test tentara
3. Mental test
4. Scholastic test
5. Intuisi
Intuisi adalah pandangan bathiniah yang derta merta tembus mengenai suatu peristiwa atau kebenaran, tanpa penurutan pikiran. Intuisi merupakan bentuk fikiran yang samar-samar, sering setengah disadari, tanpa diiringi proses berfikir yang cermat sebelumnya, namun kemudian dapat menuntut pada suatu keyakinan yaitu secara tiba-tiba dan pasti memunculkan suatu keyakinan yang tepat.intuisi ini sifatnya kreatif dan menjadi bagian dari kehidupan psikis yang tidak disadari.
d.pengamatan melalui pancaindera
1. melalui indera penglihatan
Alat indera merupakan alat utama dalam individu mengadakan pengamatan.mata hanyalah merupakan salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus, dan stimulus ini dilangsungkan oleh saraf sensorik ke otak, hingga akhirnya individu dapat menyadari apa yang dilihatnya.
2.melalui indera pendengaran
Telinga dapat dibagi atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi, seperti halnya dalam penglihatan , dalam pendengaran individu dapat mendengar apa yang mengenai reseptor sebagai suatu respon terhadap stimu;lus tersebut. Telinga disamping sebagai alat indra pendengan juga sebagai alat untuk keseimbangan. Indra keseimbangan terdapat dalam telinga sebelah dalam.”vestibule dan semi sirkular kanals”.
3.melalui indra pengecap
Stimulusnya merupakan benda cair.pengamatan terjadi karena zat cair itu mengenai ujung sel penerima yang terdapat pada lidah yang kemidlar, dilangsungkan oleh saraf sensorik ke otak, hingga akhirnya dapat menyadari atau mengamati tentang apa yang dikecap itu.
4.Melalui indra kulit peraba
Indra ini dapat merasakan rasa sakit , rabaan, tekanan, dan temperature.dalam hal tekanan dan rabaan, stimulusnya langsumg mengenai bagian kulit bagian tekanan dan rabaan.stimulus ini menimbulkan kesadaran akan lunak, keras, halus dan kasar.
Stikulus yang dapat merasakan rasa sakit dapat bersifat khemis maupun electrical yang pada pokoknya stimulus itu cukup kuat menimbulkan kerusakan pada kulit, dalam hal ini menumbuhkan rasa sakit.
1.10 GEJALA KONASI
A.Hal-hal yang mempengaruhi kemauan
Keadaan fisik,yaitu pengaruh yang berhubungan dengan kondisi jasmania,yakni sanggup tidaknya,kuat tidaknya untuk melaksanakan keputusan kemauan.
Keadan materi,yaitu bahan-bahan,syarat-syarat yang digunakan untuk melaksanakan keputusan. Keadaan milieu(lingkungan),lingkngan itu sesuai dengan dengan kemauan itu.
B.GEJALA-GEJALA KONASI
Konasi,kehendak,hasrat kemauan yaitu suatu tenaga ,suatu kekuatan yang mendorong manusia supaya bergerak dan berbuat sesuatu.
Cirri –ciri hasrat
1.hasrat merupakan “motor”pengerak perbuatan dan kelakuan manusia
2.hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu,baik positif atau negative.
3.hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenal dan perasaan
4.hasrat diarahkan kepada penyelengara suatu tujuan.
Hasrat yang berpusat pada biologis/kejasmanian
-tropisme - kebiasaan
-reflek - dorongan nafsu
-instink -kecenderungan
-automatisme -keinginan
Hasrat yang berpusat pada kejasmanian
Gejala kemauan yang berpusat pada inderawi ,unsur ini tidak ada pertimbangan akal dan dialami oleh semua makhluk hidup.
a.tropisme adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kearah tertentu.tropisme terjadi jika terdapat perangsang dari luar semata-mata.
1.Foto-tropisme adalah peristiwa yang timbul karena adanya cahaya menurut arah geraknya.foto tropisme dibedakan atas:
-foto-tropisme positif adalah gerak yang mengarah cahaya.misalnya tumbuh-tumbuhan mengarah kepada matahari.
-foto-tropisme negative adalah gerak menghindari sinar matahari.misalnya jenis ikan tertentu yang selalu bersinar.
2.Helio tropisme (helios matahari)
-helio tropisme positif,bergerak mengarah matahari misalnya bunga matahari.
-helio tropisme negative,bergerak menghindari matahari misalnya kalelawar
b.reflek
Replek adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang-perangsang dan berlangsung diluar kemampuan.macam-macam repleks:
1.Repleks bawaan adlah reflex yang dibawa sejak lahir,disebut juga reflex asli.misalnya menutup mata karena sinar matahari
2.Repleks latihan adalah repleks yang diperoleh dari pengalaman.repleks ini tidak dibawa sejak lahir,melainkan hasil dari pengalaman yang dilakukan berulang-ulang.misalnya mengemudiakan sepeda motor
3.Refleks bersyarat adalah reflek yang tidak bergantung pada rangsangan alam yang asli tetapi timbul karena rangsangan lain yang berasosiasi.misalnya orang yang merasa haus
c.instink
Instink adalah kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir,tanpa latihan sebelumnya namun terarah tujuan yang disadari dan berlangsung secara mekanis.
Macam-macam instink
1.mempertahankan diri,misalnya makan,takut,bernafas
2.mempertahankan jenis,misalnya sexual,minta tolong.
3.mengembangkan diri,misalnya belajar,ingin tahu.
Perbedaan instink manusia dengan binatang,misalnya binatang semata-mata hidupnya dikuasai dengan nafsu sedangkan manusia tidak dikuasai oleh nafsu.manusia mempunyai kesadaran,daya pikir,perasaan.
d.automatisme
Automatisme adalah gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak yang terselengara dengan sendirinya.
Macam –macam Automatisme
1.Automatisme asli ialah gerak automatis yang tidak digerakkan oleh gejala hasrat,misalnya gerak jantung.
2. Automatisme latihan ialah gerakan yang berjalan secara otomatis karena seringnya gerakan itu diluangkan
e. kebiasaan
Kebiasaan adalah tingkah laku yang sudah distabilkan yang mana kebutuhan tertentu mendapat kepuasan tertentu.reflek berperan dalam pembentukan kebiasaanberlangsung secara otomatis.
f. nafsu
Nafsu adalah dorongan yang terdapat pada manusia dan member kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tertentu.
Macam-macam nafsu
- Nafsu individual,misalnya nafsu makan,nafsu bermain.
- Nafsu social,misalnya nafsu kawin,nafsu berkumpul dengan orang lain.
g. Kecenderungan
Kecenderungan adalah hasrat atau kesiapan relative yang tertuju pada objek konkrit,dan selalu muncul berulang kali.Paulhan seorang psikologi prancis membagi kecenderungan menjadi beberapa golongan:
1.kecenderungan vital(hayat),misalnya nafsu makan,nafsu bermain,nafsu merusak
2.kecenderungan perseorangan,misalnya tamak,kikir.
3.kecenderungan social,misalnya persahabatan,kerukunan.
4.kecenderungan abstrak
- abstrak positif,misalnya gemar mengabdi pada tuhan.
-abstrak negative,misalnya bohoong,munafik.
h.Keinginan
Keinginan adalah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu.
Hasrat yang Berpuat pada psikologi atau perbuatan kemauan
Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu,dan dikehendaki oleh pertimbangan akal budi.ciri-ciri kemauan :
a. gejala kemauan merupakan dorongan dsri dslsm yang khusus dimmiliki oleh manusia.
b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan
c. Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan atas pertimbangan akal atau pikiran
d. Kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikir dan perasaan saja melainkan seluruh pribadi memberikan pertimbangan
e. Kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan,melainkan tindakan yang disengaja
f. Kemauan menjadi pemersatu dari semua tingkah laku
C.MOMEN-MOMEN DALAM PROSES MUNCULNYA KEMAUAN
1. Momen rangsang pada saat individu menerima kesan-kesan dengan melalui proses pengindraan yang kuat ,disertai dengan gerakaan mengerutkan kening.
2. Momen objektif,kesadaran yang menimbulkan gambaran kearah yang akan dituju.
3.Momen aktul,individu menyadari benar,bahwa dirinya sedang mengarahkan pikirannya terhadap perbuatan yang akan dilakukan
4.Moment subjektif,individu menyadari tentang arah tujuannya,sehinga terbentuk kemauan yang sesungguhnya.
Keputusan –keputusan dan perbuatan terdapat suatu waktu (bias pendek,agak lama)disebut sebagai Tendens Determinatif.

1.11 GEJALA EMOSI
A.Emosi
Perasaan (Emosi) adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejadian yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan peristiwa mengenal secara subjektif.unsur-unsur perasaan yaitu:
a. Bersifat subjektif dari pada gejala mengenal
b. Bersangkut paut dengan gejala mengenal
c. Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang yang tinggkatannya tidak sama.
Tanggapan perasaan seseorang dengan orang lain terhadap suatu hal sudah pasti berbeda karena perasaan lebih erat dengan gejala-gejala yang lain.gejala-gejala perasaan yakni sebagai berikut:
- Keadaan jasmani
- Pembawaan
- Perasaan
Perasaan selain bergantung pada stimulus yang datang dari luar,perasaan juga bergantung pada:
a. keadaan jasmani individu yang bersangkutan
b. keadaan dasar individu
c. keadaan individu pada suatu waktu,atau keadaan yang temporer seseorang
B.Dimensi Perasaan menurut wundt
Menurut wundt,perasaan tidak hanya dapat di alami individu sebagai perasaan senang atau sedih,tetapi juga dapat dilihat dari dimensi yang lain.misalnya “Exited”atau sebagai “Inert Felling”sebagai dimensi yng kedua.”Expextancy”dan “release Felling”sebagai dimensi yang ketiga.
Sehubungan dengan soal waktu dan perasaan,stress juga membedakan perasaan dalam tiga golongan,yaitu:
a. Perasaan present,yaitu yang bersangkutan dengan keadaan-keadaan sekarang yang dihadapi berhubungan dengan situasi yang actual.
b. Perasaa-perasaan yang menjangkau maju,merupakan jangkauan kedepan dalam kejadian-kejadian yang akan datang.
c. Perasaan yang berhubungan dengan waktu yang telah lalu
C. Perasaan dan Gejala-gejala Kerohanian
Gejala perasaan tidak dapat berdiri sendiri,melainkan bersangkut paut dengan gejala-gejala kejiwaan yang lain ,bahkan perasaan dengan tubuh memang tidak dapat dipisahkan.misalnya,orang berbicara biasanya disertai dengan gerakan tangan.
Tanggapan-tanggapan tubuh terhadap perasaan dapat terwujud,yakni:
a. Mimik,gerak roman muka
b. Pantomic,gerakan anggota badan bagi orangbisu dan tuli
c. Gejala pada tubuh,seperti denyut jantungbertambah cepat dari biasanya
D. Macam-macam perasaan
Max scheler mengajukan ada 4 macam dalam perasaan:
1. Perasaan tingkat sensorial adalah perasaan yang berdasarkan kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian,misalnya rasasakit,dingin.
2. Perasaan bergantung kepada jasmani seluruhnya,misalnya rasa segar.
3. Perasaan kejiwaan,perasaan seperti rasa gembira,takut.
4. Perasaan kepribadian,perasaan yang berhubungan keseluruhan pribadi.misalnya perasaan harga diri,perasaa puas(Bigotm,koshtamum,palland,1950)
Kostham memberikan klasifikasi perasaan sebagai berkut:
a.Perasaan pengindraa adalah perasaan yang berhubungan dengan alat-alat indra.misalnya rasa manis,pahit.
b.Perasaan kejiwaan dibedakan atas:
1. perasaan intelektual adalah perasaan yang timbul menyertai perasaan intelektual,yakni perasaan yang timbul apabila orang dapat memecahkan suatu soal.
2.perasaan kesusilaan adalah perasaan yang timbul bila orang mengalami hal-hal yang baik atau buruk menurut kesusilaan .
3.perasaan keindahan adalah perasaan yang timbul bila orang mengalami keindahan atau yang jelek,yang menimbulkanhal yang positif dan negative.
4.perasaan kemasyarakatan adalah perasaan yang timbul dalam hubungan dengan orang lain,mengikuti keadaan orang lain.
5.perasaan harga diri adalah perasaan yang menyertai harga diri seseorang,perasaan ini bersifat positif dan negative.
6.perasaan ketuhanan adalah perasaan yang paling asasi dalam menghadapi badai kehidupan dengan beragama.
E.Affek dan stemming(suasana hati)
Suasana hati adalah rasa ketegangan hebat yang timbul dengan tiba-tiba dalam waktu yang singkat tidak disadari dan disertai dengan gejala-gejala yang jasmaniyah yang hebat pula,akibatnya pribadi yang dihinggapi affek tidak mengenal atau tidak menyadari lagi dengan sesuatu yang diperbuatnya.
Wilhem wundt menemukan afek dalam tiga komponen,yaitu
a.affek yang disertai perasaan senang dan tidak senang
b.affek yang mendatangkan kegiatan jiwa atau melemahkan
c.affek yang berisi penuh ketegangan dan affek penuh reflex
Immanuel kant membagi affek dalam dua kategori,yaitu
a.affek stehnis(kuat atau perkasa)individu menyadari bahwa kemampuan dan kekuatan tenaganya,sehingga aktivitas jasmani dan rohani bias dipertinggi.
b.affek asthenis,yaitu affek yang membawa perasaan kehilangan kekuatan,sehingga aktifitas psikisnya terlumpuhkan.
Steming atau suasana hati adalah sebagai suasana hati yang berlangsung dalam waktu yang lama,lebih tenang,ditandai cirri-ciri perasaan senang yang disebabkan oleh factor jasmaniyah.
F. Simpati dan Impati
Simpati adalah suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang dirasakan orang lain.Impati adalah perasaan yang menunjukkan ketidaksenangan kepada orang lain,dan kecenderungan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
G.Masalah –masalah Praktis
a. fungsi perasaan
1.mempunyai perasaan yang sangat besar kepada setiap perbuatan dan kemauan.
2.Perasaan itu cepat dan mudah luntur
3.peasaan indrawi
4.menumbuhkan intelektual dalam membangkitkan motivasi
5.ganguan menimbulkan tingkah laku abnormal
b. emosi
1.kekuatan perasaan dapat di perkuat dan diprlemah
2.pendidikan perasaan sangat penting
3.emosi mempunyai sifat yang positif

1.12 GEJALA CAMPURAN
1.Perhatian
a.Perhatian berhubungan erat dengan kesadara jiwa terhadap obyek yang reaksi pada suatu waktu.
Perhatian adalah Keaktifan jiwa yang diarahkan kepada suatu objek baik dalam maupun diluar dirinya.
b.syarat-syarat perhatian
1. ihbisi(pencegahan)
2.appersepsi(pengarahan atau tanggapan)
3.adaptasi
Hal-hal yang membantu perhatian kita supaya perhatian kita tidak kendur,yaitu:
-adanya perasaan tertentu terhadap objek tersebut
-adanya kemauan yang kuat
c.macam-macam perhatian
1.perhatian spontan dan disengaja
2.perhatian statis dan dinamis
3.perhatian konsertratif dan distributive
4.perhatian sempit dan luas
5.perhatian fiktif dan fluktuatif
D,factor-faktor yang mempengaruhi perhatian
-pembawaan
-latihan dan kebiasaan
-kebutuhan
-kewajiban
-keadaan jasmani
-suasana sekitar
-suasana jiwa
-kuat tidaknya perangsang dari obyek itu sendiri
E.Minat dan Perhatian
Minat dan perhatian selalu berhubungan dalam praktek.apa yang menarik minat dapat menyebabkan adanya perhatian dan apa yang menyebabkan adanya perhatiankita terhadap sesuatu tertentu.
F.Beberapa peristiwa dalam gejala perhatian
1.Persevarasi(menahan)
Peristiwa ini terjadi kalau seseorang sangat terikat perhatianya pada suatu objek tertentu.
2.Adaptasi
Peristiwa kejiwaan ini bertentangan dengan perseverasi.
3.osilasi
Yakni keadaan perhatian yang tidaktetap, timbul,tenggelam,kuat kendur
4.Perhatian bergerak
Peristiwa ini perhatiannya berserakan,seakan akan tidak mempunyaiperhatian sama terhadap apa saja.
G.Catatan –catatan Praktis
Dalam kehidupan sehari-hari orang perlu memusatkan perhatiannya terhadap apa yang sedang dilakukan.
Jenis-jenis perhatian menurut bentuk dan sifatnya
1.Menurut bentuknya,perhatian dibedakan atas:
a.perhatian sengaja yaitu perhatian yang terjadi apabila individu ingin menyaring secara kuat dan ingin menangkap kesan pengindraan secara jelas.
b.perhatian tidak sengaja yaitu perhatian yang tidak di gunakan pada suatu pengindraan tertentu
c.perhatian habitual yaitu kecenderungan individu untuk memusatkan perhatiannya pada hal-hal tertentu dalam setiap lingkungan
2.Menurut sifatnya,perhatian dapat dibedakan atas:
A,perhatian spontan atau langsugatau direct,perhatian yang tidak dengan sengaja.
B, perhatian konsertratif,perhatian yang memusatkan pikiran perasaan dan kemauan kepada suatu objek
C,perhatian sempit dan perhatian perseperatif
D,perhatian senbarangan yakninperhatian yang tidak tetap mudah berubah-ubah
Penyimpangan perhatian
Penyimpangan perhatian merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang pada suatu saat tertentu,dalam perhatiannya ditunjukkuan hal-hal lain.
Beberapa cara dalam mengatasi ganguan perhatian antara lain disebut sebagai berikut:
1.Memperkuat motivasi
Untuk pekerjaan presesi dan accuratessedituntut penggunaan minat dan perhatian,dan di hindari semua ganguan yang bias menyimpang perhatian.
2.memperkuat usaha dalam menjalankan suatu tugas
Untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidup perlu kiranya kita memiliki kemampuan untuk mengkonsentrasikandiri terhadap suatu tugas.
3.Membiasakan diri dalam membentuk “in attention”terhadap ganguan perhatian.beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan sehubungan dengan masalah konsentrasi dan perhatian yakni sebagai berikut:
a.singkirkan dan hindari sebanyak mugkin kejadian-kejadian yang mengakibatkan perhatian dan minat,misalnya siaran radio
b.kerjakan satu tugas saja
c.bersikap tenang ,hati-hati
d.perbesarlah kemampuan adaptasi
2.kelelahan
1.gejala kelahan pada manusia
Kemampuan untuk berbuat itu makin lama makin berkurangnya kekuatan bergerak(baik jasmani,maupun rohani),akan mempengaruhi prestasi yang akan dicapai.
Kelelahan itu adalah suatu keadaan atau kondisi ,baik secara jasmani atau pun rohanibukan suatu dorongan tertentu.
2.sebab –sebab kelelahan
- kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jasmani
- kelelahan disebabkan oleh pekerjaan jiwa
3.macam-macam kelelahan
-kelelahan jasmani
-kelelahan rohani
4.hubungan kelelahan jasmani dan rohani
-kelesuan jasmani maupun rohani dirasakan oleh seluruh pribadi
-pekerjaan jasmani dapat melelahkan jasmani dan rohani
-kelelahan jasmani dapat mengurangkan kegiatan jiwa dan jasmani
5.usaha-usaha menghilangkan kelesuhan
--menghentikan pekerjaan jasmani untuk menghilangkan kelesuhan jasmani
-menghentikan pekerjaan rohani untuk menghilangkan kelesuhan rohani
-menghilangkan kelesuhan jasmani,cukuplah kiranya menghentikan pekerjaan yang dilakukan dengan cara duduk-duduk
Menghilangkan kelesuhan rohani,menghentikan pekerjaan dengan sebagian.
3.sugesti
Adalah pengaruh atas jiwa atau perbuatan seseorang,sehingga pikiran,perasaan kemauannya terpengaruh diterima mentah-mentah tanpa di pertimbangkan yang dalam.
-pihak yang mempengaruhi adalah suatu keyakinan atau pendapat atau anggapan kepada orang lain
-pihak yang dipengeruhi,yang didesak untuk menurut dan menerima pendapat atau tanggapan yang dikenakan padanya.
Sugesti pada diri sendiri disebut otosugesti,misalnya seseorang itu beranggapan bahwa dia skit sedangkan sebenernya dia tidak sakit sedikit pun.
Sugesti dan sugestibel
a.sugesti adalah sesuatu yang mempunyai pengaruh sugesti yang besar.
b.sugestibel adalah sifat-sifat yang mudah kena saran atau sugesti.
Cara-cara menyugesti
-membujuk
-memuji
-menakut nakuti
-menunjukkan kekurangan dan kelebihan
Alat-alat sugesti
-mata
-roman muka
-teladan
-gambar
-suara
-warna
-slogan atau semboyan
Peran sugesti
sifat-sifat sugesti dalam kepemimpinan
-pemimpin banyak disenangi anak buah
-adanya kepercayaan besar kepada pemimpin
-pemipin akan dihormati,diturut,dan diperintahkan segala perintahnya.