YUK BELAJAR

Senin, 25 Oktober 2010

manajemen motivasi

PEMBAHASAN

A. Pengertian Motivasi

Istilah motivasi kerja sering dipakai untuk menyebut motivasi dalam lingkungan kerja.Motivasi merupakan bagian integral dari manajemen dalam rangka pembinaan,perkembangan,dan pengarahan tenaga dalam suatu organisasi karena manusia merupakan unsur terpenting dan paling menentukan bagi kelancaran jalannya administrasi dan manajemen,maka hal-hal yang berhubungan dengan motivasi patut mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari setiap orang yang berkepentingan dengan keberhasilan organisasi dalm mewujudkan kerja sama manusia.

Konsep motivasi mempunyai peranan penting bagi seseorang penanggung jawab satuan organisasi untuk mengerakkan,mengarahkan segala daya dan potensi tenaga kerja yang ada kearah pemanfaatan yang paling optimal sesuai denagn bantuan sarana dan fasilitas lainnya.

Pengertian motivasi banyak ditafsirkan secara berbeda oleh para ahli sesuai dengan tempat dan keadaan dari masing-masing ahli tersebut.

Menurut Frech dan Raven,sebagaimana dikutip Stoner,Freeman dan Gilbert(1995),motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu.

Manulang(1998:150) mendefenisikan motivasi adalah sebagai daya perangsang atau daya pendorong pegawai untuk bekerja denagn segiat-giatnya berbeda pegawai yang satu dengan lainnya.

The Liang Gie dalam manajemen sumber daya manusia (Hartoyo,1996:154) mengatakan motivasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manejer dalam memberikan inspirasi,semangat dan dorongan kepada orang lain,dalam hal ini karyawan,untuk mengambil tindakan-tindakan.

Pengertian-pengertian diatas dapat menerangkan mengapa seorang karyawan bersedia melakukan suatu pekerjaan pada suatu organisasi.Kesedian itu tentu karena adanya dorongan-dorongan dalam diri Orang atau karyawan .Lebih konkrit lagi ,bahwa dorongan-dorongan atau motif-motif itu berupa kebutuhan yang timbul dalm diri seseorang yang harus dipenuhi dengan cara bekerja.

B.Asas-Asas Motivasi

Hasibuan(1993:185) menjelaskan bahwa motivasi terdiri dari lima asas,yaitu:

1.Asas Mengikutsertakan

Motivasi untuk mencapai hasil-hasil akan bertambah,jika kepada bawahan diberikan kesempatan untuk ikut serta berpartisipasi dalam keputusan-keputusan yang mempengaruhi hasil-hasil itu.

2.Motivasi komunikasi

Motivasi untuk mencapai hasil-hasil cenderung meningkat,jika bawahan diberitahu tentang hal-hal yang mempengaruhi hasil-hasil tersebut.Pada dasarnya semakin banyak seorang mengetahui suatu masalah,semakin banyak pula minat dan perhatiannya terhadap hal tersebut..

3.Asas Pengakuan

Motivasi untuk mencapai hasil-hasil cenderung meningkat,jika kepada bawahan diberikan pengakuan tersebut seakan-akan mengharap bawahan sebagai orang penting yang patut dihargai.

4.Asas Wewenang yang Didelegasikan

Motivasi untuk mencapai hasil-hasil akan bertambah kalau bawahan diberi wewenang untuk mengambil keputusan-keputusan yang mempengaruhi hasil-hasil itu.Tidak ada kekuatan pendorong yang lebih besar daripada menjadikan bawahan bertanggung jawab atas sebagian dari usaha,memberikan wewenang kepadanya untuk mengambil keputusan-keputusan yang membawa hasil atau kegagalan dan memberikannya ganjaran berdasarkan prestasinya.

5.Asas Perhatian Timbal Balik

Pada bawahan biasanya akan dapat dimotivasi untuk mencapai hasil-hasil yang kita inginkan sejauh kita menaruh minat terhadap hasil-hasil yang kita inginkan.Asas menyatakan bahwa kita akan hanya memperoleh sedikit motivasi selalu ditekankan betapa pentingnya bagi orang-orang lain untuk mencapai tujuan kita,tujuan dari suatu bagian atau seluruh perusahaan betapapun pentingnya tujuan-tujuan ini.

C.Teori-Teori Motivasi

Menurut handoko(1995:225) paling tidak teori-teori motivasi dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok:

1.TEORI HARARKI KEBUTUHAN

Maslow berpendapat: kebutuhan yang di inginkan seorang berjenjang, artinya bila kebutuhan tingkat kedua akan menjadi yang utama. Selanjutnya jika kebutuhan tingkat ketiga dan seterusnya sampai tingkat kelima.Tingakat urutan kebutuhan tersebut maslow adalah: tingkat fisiologis (psysiological needs) kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security needs), kebutuhan sosial (social needs) dan kebutuhan aktualisasi diri (self actualnation).

a. Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan fisiologis dalam hirarki maslow merupakan kebutuhan pertama yang harus di penuhi terlebih dahulu. Penggajian merupakan salah satu aspek penting untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi setiap karyawan juga dimaksudkan untuk menjadi daya dorong bagi karyawan agar dapat berkerja dengan penuh semangat.

b. Kebutuahan akan rasa aman

yaitu kebutuhan akan perlindungan terhadap bahaya, ancaman dan penderitaan baik bersifat fisik maupun mental/emosional. Keselamatan dan keamanan kerja merupakan Kebutuahan fundamental bagi manusia, kadang-kadang bahkan lebih penting dari gaji atau kesempatan untuk maju. Keselamatan kerja dalam hal ini merupakan keselamatan kerja yang berkaitan dengan alat kerja dan lingkungan pekerjaan para pekerja dalam melaksanakan tugasny perlu mendapatkan perlindungan, kekselamatan kerja. Agar para bekerja dapat melaksankan pekerjaannya sehari-hari sehingga mampu meningkatkan prestasi kerja.

c. Kebutuahan sosial

Yaitu Kebutuahan untuk sosialisasi atau berafivasi dengan orang lain, manusia pada dasarnya merupakan makluk sosial. Dengan demikian manusia mempunyai kebutuhan- Kebutuahan yang bersifat sosial. Kebutuahan-Kebutuahan tersebut antara lain: Kebutuahan akan perasaan diterima orang lain dimana mereka hidup dan bekerja, Kebutuahan akan perasaan dihormati dan Kebutuahan untuk bisa berpartisipasidalam kelompok atau masyarakat.

Agar pekerja dapat melaksanakan pekerjaanya dengan baik perlu diciptakan iklim kerja atau suasana kerja yang harmonis yang terciptanya hubungan yang akrab dan penuh kekeluargaan, baik antar sesame pegawai maupun antara pegawai dengan atsannya. Pengertian yang baik dari atasan, keluarga, teman dan sebagainya adalah hal yang sangat di butuhkan oleh setiap pegawai terlepas dari baik atau buruknya hasil pekerjaan yang di lakukannya.

d. Kebutuhan penghargaan

Kebutuahan penghargaan adalah Kebutuahan akan pemberian penghargaan oleh pimpinan akan prestasi pemberian penghargaan oleh pimpinan atas pretasi karyawan dalam menjalankan pekrjaan. Pengakuan pimpinan atas prestasi ini merupakan motivator yang kuat bagi karyawan. Penghargaan tersebut dapat berbentuk fisik dan non fisik. Penghargaan fisik adalah penghargaan yang di berikan dalam bentuk benda. Misalnya: uang atau barang. Sedangkan non fisik adalah segala bentuk penghargaan yang berhubungan dengan kepuasan rohani seseorang, misalnya: ucapan terima kasih dan sebagainya.

e. Kebutuahan aktualisasi diri

Seseorang ingin mengembangkan kemampuan mentalnya dan kemampuan kerjanya melalui pengembangan pribadinya. Karena itu pada tingkat Kebutuahan aktualisasi keselamatan diri ini, orang cendrung untuk selalu bisa mengembangan diri dan berbuat yang terbaik dengan hasil pretasi yang luar biasa untuk meningkatkan prestasi pada masa sekarang dan yang akan datang dengan memberikan pengetahuan, meningkatkan keterampilan serta merubah sikap.

2. TEORI X DAN TEORI Y

Teori x dan y dari douglas mc gregor menyatakan bahwa manusia sering merupakan makhluk yang kontradiktif yaitu sering bertentangan antara yang satu dengan yang lain, satu negative, yang ditandai dengan Teori x, dan yang lain pada dasarnya posotif, yang ditandai dengan Teori y (bambang sugema dan soetrisno, 2000:15)

Teori x dan y ini termasuk kedalam teori tradisional dimana kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas dasar Teori x. anggapan-anggapan yang mendasarkan Teori x adalah:

a. Rata pegawai itu malas, tidak suka bekerja

b. Karena tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan,diperlukan hukuman dan diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.

c. Rata-rata pegawai seorang di bimbing berusaha menghindari tangggung jawab, mempunyai ambisi kecil, keamanan dirinya di atas segala-galanya.

Kenyataan Teori x tidak dapat menjawab seluruh fakta yang ada di dalam organisasi. Oleh karena itu mc gregor menjawab dengan Teori y. asumsi-asumsi Teori y adalah :

a. Usaha fisik dan mental yang di keluarkan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia. Sama halnya dengan bermain atau beristirahat.

b. Orang-orang menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka terlibat dalam sasaran-sasara.

c. Rata-rata manusia bersedia belajar, tidak harus menerima tetapi mencari tanggung jawab. Asumsi dari teori y ini dapat lebih mengarahkan tercapainya motivasi yang lebih tinggi dan meningkatkan kemungkinan terpenuhinya kebutuhan individu dan tujuan organisasi.

3. TEORI ERG CLAYFOR ALDEFTER

ERG merupakan singkatan dari existence, relafedness dan growth. Teori ini diperkenalkan oleh clayton aldefter.pada dasarnya aldefter setuju dengan maslow bahwa kebutuhan manusia atau individu yang mendorong orang untuk termotivasi dalam melakukan sesuatu yang hierarkis atau memiliki tingkatan, namun aldefter memiliki setidaknya 2 perubahan dibandingkan dengan maslow. Perbedaan pertama adalah bahwa aldefter hanya membagi tingkatan manusia menjadi kebutuhan existence, atau kebutuhan mendasar manusia untuk bertahan hidup ( seperti kebutuhan fisik dan keamanan dari maslow). Kebutuhan relatedness atau kebutuhan untuk melakukan berintraksi dengan seksama, dan kebutuhan untuk menyalurkan kreativitas dan bersikap produktif.

Perbedaan kedua adalah bahwa aldefter cendrung berpandangan bahwa kebutuhan seseorang sekalipun bersifat hierarkis akan tetapi bersifat tidak tetap, artinya jika kebutuhan seseorang telah mencapai suatu kebutuhan relatedness setelah sebelumnya kebutuhan existensenya terpenuhi, maka akan membutuhkan kembali exsistencenya.

4. TEORI BERPRESTASI MC CLELLAND

Mc clelland mengemukakan dan mengelompokkan kebutuhan pokok yang berhubungan dengan perilaku pekrja dalam instansi menjadi 3 kelompok yaitu: kebutuhan untuk berpretasi, kebutuhan untuk berafiliasi dan kebutuhan untuk berkuasa (bambang sugema dan soetrisno, 2000:21)

a. Kebutuhan untuk berprestasi

Mc clelland mencatat bahwa individu berprestasi tinggi, individu yang berprstasi tinggi biasanya tidak menentukan tujuan terlalu tinggi atau terlalu rendah Mc clelland menemukan bahwa bahwa aktivitas untuk mencapai tujuan dipengaruhi oleh2 kecendrungan yang saling bertentangan yaitu tendensi untuk meraih sukses ( needs for acbievement, disingkat n,ach), dan dan tendensi untuk menghindari kegagalan ( needs for evold failure, disingkat n.af)

b. Kebutuhan untuk berafiliasi

Kebutuhan untuk berafiliasi ini pada dasarnya sama dengan konsep kebutuhan sosial yang di kemukakan maslow, atau kebutuhan untuk berhubungan menurut Mc clelland.

c. Kebutuhan untuk berkuasa

Menurut Mc clelland bahwa pada umumnya individu mempunyai kebutuhan atau keinginan untuk berkuasa. Berkuasa berarti memiliki kewenangan. Kewenangan dalam menggunakan, memerintah dan mengatur seesuai tingkatannya.

d. Penerapan teknik motivasi

Keberhasilan suatu organisasi tergantung pada karyawannya. Setiap kegiatan yang di lakukan oleh seseorang karyawan di dorong oleh suatu kekuatan dari dalam diri karyawan tersebut, kekuatan pendorong inilah yang disebut dengan motivasi.

Dalam upaya memotivasi karyawan, seseorang pimpinan harus mencari waktu yang tepat, yaitu disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang mengitari karyawan. Pada dasarnya terdapat empat situasi yang dapat dipilih pimpinan dalam memotivasi karyawannya.

Para pimpinan dapat menggunakan salah satu atau lebih yang memungkinkan untuk memotivasi karyawan. Keempat situasi tersebut adalah:

a. Pemberian motivasi dilaksanakan pada waktu memberikan tugas kepada bawahan.

b. Motivasi di berikan saat pimpinan mengecek pelaksanaan tugas

c. Pemberian motivasi dilaksanakan pada waktu pimpinan memberikan pengarahan untuk menyelesaikan suatu tugas.

d. Pemberian motivasi dilaksankan pada pimpinan melakukan percakapan-percakapan ringan dengan karyawannya.








mungkin dalam pembahasan ini masih banyak kesalahan maka saya sebagai penyaji mohon maaf karena saya pribadi masih dalam proses pembelajaran....

wkwkwkwkwkkwkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar